Merahputih.com - Aroma hio yang menyeruak di udara Vihara Dharma Bhakti, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (17/2) siang harus beradu dengan riuhnya sorak-sorai massa yang memadati trotoar.
Bukan hanya umat yang ingin sembahyang, namun puluhan Penyandang Pemerlu Kesejahteraan Sosial (PPKS) tampak duduk bersila, berjajar rapi namun menyesakkan jalan. Para PPKS menanti tetesan keberuntungan berupa angpao.
Suasana khidmat Imlek pun seketika berubah menjadi medan perjuangan bagi petugas yang mencoba mengurai benang kusut kemacetan.
Strategi Penjagaan di Tengah Kerumunan Massa
Puluhan personel Satpol PP terlihat bekerja ekstra keras menghalau massa agar tidak meluber ke tengah jalan. Keberadaan para pemburu angpao yang membawa anak kecil hingga bayi ini memicu penyempitan jalur yang signifikan di depan vihara.
Petugas pun harus berulang kali memberikan peringatan melalui pengeras suara agar akses kendaraan tidak tertutup total.
"Kita imbau supaya mereka tidak terlalu berkerumun sehingga tidak mengganggu kendaraan yang lewat," ujar Kasatpol PP Tamansari, Goodman Sidabutar dikutip Antara, Selasa (17/2).
Goodman menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan sedikitnya 50 personel yang disebar ke beberapa titik vital.
"Kita bagi dua, satu di Vihara Dharma Bhakti, satu di Vihara Toa Se Bio," tambahnya.
Langkah ini diambil guna memastikan aktivitas ibadah dan arus lalu lintas tetap berjalan meski di tengah tekanan massa yang membludak.
Cekcok Antrean Hingga Kemacetan Panjang
Kondisi di lapangan sempat memanas ketika terjadi gesekan antar-warga yang didominasi emak-emak yang berebut posisi antrean. Anak-anak yang berlarian di area parkir serta kehadiran bayi yang dibawa orang tuanya menambah kesan semrawut di pusat perayaan Imlek tersebut.
Kerumunan massa ini diakui menjadi biang keladi mandeknya roda kendaraan di kawasan Tamansari sejak siang hari.
"Iya pasti macet karena banyak kerumunan ya. Jadi kita urai, kita bantu untuk mengurai kemacetan di setiap titik penjagaan," tutur Goodman.
Rencananya, penjagaan ketat ini akan terus berlanjut hingga Selasa malam guna mengantisipasi gelombang massa susulan yang diprediksi masih akan berdatangan ke area vihara.