Varian Baru COVID-19 Diduga Sudah Menyebar ke Sleman
MerahPutih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menduga varian baru virus COVID-19 telah masuk dan menyebar ke wilayahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, sejumlah warga menunjukkan tanda-tanda terinfeksi virus varian baru. Joko menjelaskan tanda-tanda tersebut di antaranya proses infeksi lebih cepat dibandingkan varian lama.
Baca Juga
Anies Langsung Tindak 148 Pemudik Positif COVID-19 ketika Masuk Jakarta
Pada virus varian lama proses infeksinya dan muncul gejala lima sampai tujuh hari. Prosesnya pun bertahap dari gejala ringan, sedang lalu berat.
"Tapi untuk varian baru proses infeksinya menghitung hari, dua sampai tiga hari Ada yang baru masuk rumah sakit hari ini besoknya bisa langsung parah," jelasnya di Pendopo Rumah Dinas Kabupaten Sleman DIY, Rabu (19/5)
Selain itu virus lebih cepat menyebar ke paru-paru dan merusak jaringan di dalamnya. Hal ini dapat terlihat jika di rontgen, paru-paru hampir semua berwarna putih. Penderita pun tidak selalu mengalami demam.
"Penderita terkadang sehat tapi tiba-tiba merasa sesak nafas. Ada yang isolasi mandiri tapi meninggal padahal terlihat sehat. Ada juga yang sudah dinyatakan negatif tapi saat pasca pemulihan meninggal dunia karena paru-parunya sudah rusak," tuturnya.
Namun hingga kini, Pemkab Sleman belum melakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan adanya virus varian baru. Juga belum diketahui varian baru jenis apa yang mengingfeksi warga Sleman.
Menteri Kesehatan, Budi Gunawan menyatakan tiga varian jenis baru mulai masuk ke Indonesia sejak Januari 2021. Ketiga varian itu adalah varian B.1.1.7 asal Inggris, varian mutasi ganda B.1.617 asal India, dan varian B.1.351 asal Afrika Selatan.
Joko mengimbau agar warga memiliki alat Oksimetri untuk mengukur kadar oksigen.
"Coba kita untuk ukur kadar oksigen setiap hari. Kalau kadar oksigen di bawah 95 harus segera hubungi dokter atau rumah sakit. Walaupun terlihat sehat tetap langsung lapor,"tegasnya.
Joko mendorong masyarakat untuk segera mendaftarkan diri mengikuti program vaksinasi. Ia memastikan vaksin covid-19 mampu untuk memberikan tubuh kekuatan untuk melawan varian jenis baru.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat total capaian vaksinasi COVID-19 sampai dengan 16 Mei 2021 sebanyak 182.573 orang. (Teresa Ika/Yogyakarta)
Baca Juga
Bagikan
Patricia Pur Dara Vicka
Berita Terkait
KA Bangunkarta Hantam Mobil dan 2 Motor di Prambanan, 3 Orang Tewas
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
KPK Periksa 4 Orang Terkait Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19, Ada Staf BRI