Kesehatan

Usir Gerah saat Berpuasa

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 28 April 2021
Usir Gerah saat Berpuasa

Usir gerah di saat panas.(foto: unsplash/genessa panainte)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA hari belakangan, cuaca terasa amat panas menyengat. Akibatnya, badan gampang terasa gerah. Rasa gerah makin terasa berat jika kamu juga sedang berpuasa. Hasrat ingin menyeruput minuman dingin harus ditahan hingga waktu berbuka.

Di saat berbuka, banyak orang langsung meneguk minuman dingin untuk mengusir gerah dan haus. Namun, tahukah kamu, sebenarnya cara itu kurang tepat untuk mendinginkan tubuh saat sedang kepanasan. Sebaliknya, kamu justru disarankan minum yang hangat-hangat untuk mengusir gerah. Kok begitu?

BACA JUGA:

Kenapa Menggoreng dengan Minyak Bekas Lebih Enak?

Seperti dilansir Hellosehat, sebuah penelitian pada 2012 di University of Ottawa School of Human Kinetic menyatakan bahwa mengasup minuman hangat justru bisa mendinginkan saat sedang kegerahan. Suhu hangat minuman tersebut akan memicu tubuh mengeluarkan banyak keringat.

Ketika lidah terbasahi dengan minuman hangat, reseptor saraf lidah akan mengirimkan sinyal 'panas' yang dibaca otak sebagai bahaya. Otak kemudian akan berusaha melindungi kamu dari peningkatan suhu tubuh berlebihan dengan memproduksi keringat. Nah, berkeringat merupakan cara alami tubuh untuk mendinginkan suhunya.

Cara mendinginkan tubuh ini akan lebih manjur lagi jika kamu minum minuman hangat di tempat yang terbuka. Kalau kamu sedang merasa gerah dan minum segelas air hangat di ruangan tertutup, tubuh justru akan menarik kembali keringat. Akibatnya, suhu inti tubuh justru akan semakin meningkat yang membuat kamu merasa semakin gerah dan kepanasan. Selain minum air hangat, ada juga cara-cara jitu mengusir gerah.


1. Ngadem di ruangan dingin

ngadem
Ngadem di kamar ber-AC. (foto: pixabay/xiangying_xu)


Wajar sih kalau ingin ngadem di ruangan dingin ketika merasa gerah. Masuk ke ruangan ber-AC, tapi jangan lupa untuk buka jendela lebar-lebar untuk membiarkan semilir angin masuk. Ingat juga untuk menutup gorden supaya sinar terik matahari bisa terhalangi.


2. Mandi air dingin

bath
Mandi untuk hilangkan gerah. (foto: punsplash/lubo mirkin)


Mandi air dingin bisa jadi cara yang tepat untuk mendinginkan tubuh setelah panas-panasan beraktivitas. Mandi bisa menormalkan kembali suhu tubuh. Ingat ya, keringkan dulu keringat yang menempel sebelum membasuh tubuh.

3. Makan buah

eat
Makan buah yang berair. (foto: pixabay/sponchia)


Di saat berbuka, selain minum, tambahkanlah menu sayur dan buah yang mengandung banyak air, seperti semangka, timun, selada, bayam, buah-buahan berry, hingga melon. Buah dan sayuran itu dapat membantu mengusir kegerahan. Jadikan buah-buahan itu sebagai topping yogurt dingin untuk dicamil ketika cuaca panas sembari mencegah tubuh dari dehidrasi.


4. Minum air putih

water
Minum air putih. (foto: pixabay/public domain pictures)

JIka cuaca terlalu panas dan tubuhmu mulai menunjukkan gejala dihedrasi, membatalkan puasa merupakan pilihan tepat. Cuaca panas rentan membuat tubuh dehidrasi. Asup air putih atau minuman elektrolit yang bisa bantu kembalikan cairan tubuh yang hilang dari keringat.(dwi)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Gigi berlubang hingga mencapai saraf belum tentu harus dicabut. drg. Yulita Bong, menjelaskan pilihan perawatan dan kondisi yang menentukan pencabutan gigi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 November 2026
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan