Usai Rapid Test di Bandara Soetta, Maria Pauline Lumowa Diserahkan ke Bareskrim

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 09 Juli 2020
Usai Rapid Test di Bandara Soetta, Maria Pauline Lumowa Diserahkan ke Bareskrim

Buron pembobol Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa (rompi oranye). Foto: Kemenkumham

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Buron pembobol Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa, akhirnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis (9/7) sekitar pukul 11.00 WIB.

Perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 yang sempat menjadi buron selama 17 tahun itu menginjakan kaki di Tanah Air setelah diekstradisi dari Serbia.

Baca Juga

DPR Apresiasi Kinerja Yasonna Bawa Buronan Dari Serbia

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Maria menjalani pemeriksaan cepat atau rapid test terkait COVID-19.

"Beliau sudah di-rapid test," kata Yasonna kepada wartawan, Kamis (9/7).

Maria Pauline Lumowa
Buron pembobol Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa, akhirnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis (9/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Foto: Kemenkumham

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengungkapkan, Maria juga sudah mendapatkan surat keterangan sehat dari Pemerintah Serbia.

"Sudah dilakukan proses keimigrasian. Sekarang kita serahkan ke Bareskrim Polri untuk proses hukum," ujar Yasonna.

Diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp 1,7 Triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Baca Juga

Yasonna Sebut Ekstradisi Maria Pauline Lumowa Dilakukan 'Injury Time'

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor. Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri. (Pon)

#Bank BNI #Yasonna Laoly
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
BNI Transfer Sisa Rp 21,5 M, Semua Uang Nasabah Paroki Aek Nabara Telah Kembali
BNI resmi menuntaskan pengembalian dana Rp28,26 miliar kepada nasabah CU Paroki Aek Nabara, Sumatera Utara, setelah kasus penggelapan.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
BNI Transfer Sisa Rp 21,5 M, Semua Uang Nasabah Paroki Aek Nabara Telah Kembali
Indonesia
Suster Natalia Bertemu Dirut BNI, Uang Rp 28 Miliar Milik Umat Paroki Aek Nabara akan Dikembalikan Full Besok
Dalam pertemuan tersebut, Suster Natalia mendapatkan kepastian bahwa seluruh uang gereja akan dikembalikan BNI.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
Suster Natalia Bertemu Dirut BNI, Uang Rp 28 Miliar Milik Umat Paroki Aek Nabara akan Dikembalikan Full Besok
Indonesia
Di depan DPR, Dirut BNI Janji Uang Nasabah Paroki Aek Nabara Rp 28 M Cair Besok!
BNI saat ini masih merampungkan dokumen hukum sebagai dasar kesepakatan kedua belah pihak.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 April 2026
Di depan DPR, Dirut BNI Janji Uang Nasabah Paroki Aek Nabara Rp 28 M Cair Besok!
Indonesia
Puan Soroti Kasus BNI, Desak Evaluasi Tata Kelola dan Perlindungan Nasabah
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kasus BNI yang menggelapkan uang jemaat. Ia mendesak adanya evaluasi tata kelola dan perlindungan nasabah.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Puan Soroti Kasus BNI, Desak Evaluasi Tata Kelola dan Perlindungan Nasabah
Indonesia
BNI Buka Suara soal Penggelapan Dana Rp 28 Miliar, Pelaku Gunakan Modus Deposito Palsu
BNI buka suara soal penggelapan dana Rp 28 miliar milik Paroki Aek Nabara. BNI menyebutkan, bahwa pelaku menggunakan deposito palsu.
Soffi Amira - Senin, 20 April 2026
BNI Buka Suara soal Penggelapan Dana Rp 28 Miliar, Pelaku Gunakan Modus Deposito Palsu
Indonesia
BNI Bagikan Dividen Tunai Rp 13,03 Triliun dan Buyback Saham Rp 905,48 Miliar
Saham hasil buyback nantinya akan disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock) yang dapat dialihkan melalui penjualan kembali di Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
BNI Bagikan Dividen Tunai Rp 13,03 Triliun dan Buyback Saham Rp 905,48 Miliar
Indonesia
Yasonna Bantah Ada Perbedaan Sikap soal Mundurnya Kongres PDIP
Ketua DPP PDIP, Yasonna Laoly, membantah adanya perbedaan sikap soal mundurnya Kongres PDIP.
Soffi Amira - Kamis, 17 April 2025
Yasonna Bantah Ada Perbedaan Sikap soal Mundurnya Kongres PDIP
Lifestyle
Mau ATM Pecahan Rp 10 Ribu Terdekat? Catat Lokasinya
ATM pecahan Rp 10 ribu terdekat? Bank BNI dan Bank Mandiri, yang tersebar di wilayah Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bogor.
ImanK - Senin, 24 Maret 2025
Mau ATM Pecahan Rp 10 Ribu Terdekat? Catat Lokasinya
Indonesia
BNI Ubah Operasional Selama Ramadan, Tutup Sejam Lebih Cepat
Bank pelat merah itu akan tutup sejam lebih cepat selama bulan puasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 04 Maret 2025
BNI Ubah Operasional Selama Ramadan, Tutup Sejam Lebih Cepat
Indonesia
Dipecat dari Dirjen Imigrasi Terkait Informasi Harun Masiku, Ronny Sompie: Tanya Yasonna
Ronny Sompie, tidak membantah saat ditanya apakah pemecatannya berkaitan dengan pengungkapan informasi perlintasan mantan caleg PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku.
Frengky Aruan - Jumat, 03 Januari 2025
Dipecat dari Dirjen Imigrasi Terkait Informasi Harun Masiku, Ronny Sompie: Tanya Yasonna
Bagikan