Usai Bencana, DIY Berstatus Tanggap Darurat

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 04 Desember 2017
Usai Bencana, DIY Berstatus Tanggap Darurat

Warga Kulon Progo kerja bakti membersihkan sungai. (BPBD DIY)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kini menaikkan status Bencana provinsi DIY menjadi Tanggap Darurat. Status tersebut berlaku selama 14 hari ke depan, sejak 1 Desember-14 Desember 2017.

Selama periode Tanggap darurat, Sri Sultan HB X menginstruksikan jajaran pemkot, pemkab, serta mengajak masyarakat untuk kerja bakti membersihkan lingkungan. Sampah serta batang pohon di sungai, kata Sri Sultan, adalah prioritas utama yang harus diselesaikan.

"Tanggap Darurat adalah masa untuk membersihkan semua sampah-sampah, sekolah, dan kayu-kayu yang ada," kata Sri Sultan di kantor Kepatihan Yogyakarta, Senin (4/12).

Sampah yang dibiarkan menumpuk di sungai, dikhawatirkan akan membuat aliran sungai tersumbat. Selain itu, dahan-dahan pohon yang terkumpul dan hanyut juga dikhawatirkan akan menabrak jembatan dan membuatnya rusak.

"Kalau gak dibersihkan, nanti kalau hujan lagi, jembatan bisa rusak lagi kena pohon. Padahal benerin jembatan biayanya lebih mahal," tegas Raja Yogyakarta ini.

Ia mendorong pemkab dan pemkot untuk berani habiskan dana tak terduga guna membiayai proses bersih-bersih itu. Sebab, tahun anggaran akan segera berakhir di bulan ini.

Selain itu, dia berharap dengan dana tersebut kegiatan bersih-bersih bisa maksimal dilakukan. "Kalau kurang, dana di provinsi masih ada Rp 14,7 Miliar. Habiskan saja, sudah akhir tahun," kata Sultan.

Sebelumnya, BPBD DIY telah mengajak masyarakat untuk bersama-sama kerja bakti membersihkan lingkungan usai bencana berlalu.

Kerja bakti tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan Jogja Tangguh Bencana. Kegiatan itu dimulai pada Minggu (3/12) dan dikuti oleh seluruh warga, relawan, serta tim BPBD, dan SAR. (Teresa Ika)

#Bencana Alam #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #Sri Sultan Hamengkubuwono X
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Langkah antisipasi mulai disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, termasuk memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Bagikan