Update Bencana Longsor Cisarua Bandung Barat: 6 Korban Tewas Berhasil Diidentifikasi

Soffi AmiraSoffi Amira - Minggu, 25 Januari 2026
Update Bencana Longsor Cisarua Bandung Barat: 6 Korban Tewas Berhasil Diidentifikasi

Longsor di Cisarua Bandung Barat. Foto: Dok. media sosial

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah orang tewas akibat bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1) kemarin.

Bencana ini dipicu adanya cuaca ekstrem yang membuat pergerakan tanah di perbukitan hingga memicu longsor.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima total 10 kantong jenazah dari lokasi bencana.

Berdasarkan jumlah tersebut, enam korban longsor Cisarua Bandung Barat berhasil diidentifikasi

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, dari 10 kantong jenazah yang diterima, enam di antaranya telah berhasil diidentifikasi.

Baca juga:

Longsor Bandung Barat: 82 Orang Masih Dicari, Gubernur Jabar Putuskan Relokasi Warga

Enam kantong tersebut terdiri dari lima jenazah utuh dan satu kantong berisi bagian tubuh korban.

Sementara itu, empat kantong jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan. Tim DVI memastikan bahwa setiap tahapan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan identitas korban.

Saat menangani korban bencana alam seperti longsor, tim DVI tidak bekerja secara sembarangan. Ada beberapa metode utama yang digunakan untuk memastikan keakuratan data korban.

Langkah pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan medis dan forensik. Tim dokter forensik melakukan analisis kondisi jenazah, mulai dari ciri fisik, struktur gigi, hingga tanda-tanda khusus yang dapat membantu proses identifikasi.

Baca juga:

Hampir Semua Rumah 2 Kampung Tertimbun Longsor Cisarua: 8 Jasad Ditemukan 82 Orang Hilang

Pemeriksaan ini menjadi sangat penting, terutama pada jenazah yang kondisinya tidak utuh akibat tertimbun material longsor seperti tanah, batu, dan kayu.

Selain pemeriksaan fisik, tim DVI juga memanfaatkan teknologi pendukung seperti pencocokan data ante mortem. Data ini meliputi rekam medis, foto, hingga keterangan dari pihak keluarga korban.

Kombinasi antara data forensik dan informasi dari keluarga menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa identitas yang diumumkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Setelah melalui proses yang ketat dan menyeluruh, Tim DVI Polda Jawa Barat akhirnya mengumumkan identitas enam korban longsor Cisarua Bandung Barat yang berhasil diidentifikasi.

Baca juga:

DPR Desak Pemerintah Peduli Terkait Isu Perubahan Iklim Buat Kurangi Bencana

Daftar Korban Longsor Cisarua yang Berhasil Diidentifikasi

1. Suryana, laki-laki, usia 57 tahun

2. Jajang Tarta, laki-laki, usia 35 tahun

3. Dadang Apung, laki-laki, usia 60 tahun

4. Nining, perempuan, usia 40 tahun

5. Nurhayati, perempuan, usia 42 tahun

6. M. Kori, laki-laki, usia 30 tahun

Identifikasi ini menjadi langkah penting agar jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat dan keyakinan masing-masing.

Meski enam korban telah teridentifikasi, proses belum sepenuhnya selesai. Hingga saat ini, masih terdapat tiga jenazah utuh dan satu bagian tubuh yang belum diketahui identitasnya.

Tim DVI terus bekerja dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan bahwa seluruh korban dapat dikenali.

Polda Jawa Barat juga mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor dan memberikan data pendukung guna mempercepat proses identifikasi. (knu)

#Korban Longsor #Bencana Alam #Longsor #Korban Banjir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Indonesia
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Kerusakan meluas ke sarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan, 867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Indonesia
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
BNPB sebelumnya telah menerima kucuran Dana Siap Pakai (DSP) tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Bagikan