Upah Minimum Provinsi Naik Rata-rata 8,25 Persen
Ilustrasi: Buruh pabrik tekstil. (foto:setkab.go.id)
MerahPutih Nasional - Kementerian Tenaga Kerja mengumumkan besaran upah minimum provinsi (UMP) di seluruh Indonesia tahun 2017 naik rata-rata 8,25 persen. UMP tertinggi yaitu di DKI Jakarta, sedangkan yang terendah di provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).
Di Jakarta UMP tahun 2017 mencapai Rp 3,335 juta, naik dari tahun 2016 yang sebesar Rp 3,1 juta. Sedangkan di DIY UMP tahun 2017 ditetapkan sebesar Rp 1,337 juta. Pada tahun 2016 DIY tidak menetapkan UMP.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial Dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Haiyani Rumondang di Jakarta, Senin (28/11) menjelaskan, UMP ditetapkan dengan memperhitungkan sejumlah faktor antara lain pendapatan domestik bruto dan tingkat infasi yang di masing-masing daerah berbeda-beda.
Menurut Heiyani, kenaikan UMP rata-rata sebesar 8,25 cukup megakomodasi kepentingan semua pihak, baik pengusaha maupun pekerja.
Selama ini aksi-aksi unjuk rasa buruh sering terjadi terkait dengan penetapan upah minimum, baik di tingkat provinsi maupun kota. Di Tangerang, Banten, misalnya pekan lalu terjadi unjuk rasa buruh, yang memprotes kenaikan upah minimum kota Tangerang yang dinilai terlalu kecil. (mw)
Bagikan
Berita Terkait
Tingkat Pendapatan Kelas Menengah Bawah Terus Menurun
Kalah Gede Ketimbang Buruh Panci di Karawang dan Pekerja di Vietnam, Presiden KSPI: Harusnya Gaji UMP Jakarta Rp 6 Juta per Bulan
Serikat Pekerja Solo Ancam Demo Kecewa UMK, Walkot Respati: Semua Berhak Menyampaikan Pendapat
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, Komisi X DPR Soroti Upah di Bawah UMR
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Hari Ini Buruh Turun ke Jalan Protes Hasil Ketusan Upah Minimum
Besaran Upah Minimum Diprotes Buruh, Ini Alasan Menko Perekonomian Soal Indeks Alfa
Begini Upah Minimum dan Sektoral di Jabar, Tertinggi Bekasi Rp 6 Juta
Pramono: Nominal UMP Rp 5.729.876 Tidak Puaskan Buruh dan Pengusaha
Bank Dunia Sebut Upah Riil Buruh di Indonesia Cenderung Turun