Unilever Naikkan Harga Produk Rata-Rata 1 Persen

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 26 Agustus 2015
Unilever Naikkan Harga Produk Rata-Rata 1 Persen

Seorang pembeli sedang mengambil produk pasta gigi keluaran Unilever di sebuah supermarket. (foto Unilever)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih, Bisnis-PT Unilever Indonesia Tbk menaikkan harga produknya rata-rata 1 persen dibandingkan harga sebelumnya. Sejak Maret sampai dengan sekarang perusahaan consumer goods itu sudah dua kali menaikkan harga.   

"Pada Maret kami naikkan 1 persen, di bulan ini (Agustus) juga 1 persen. Alasannya pelemahan Rupiah," kata Communication Secretary PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso di Bekasi, Jabar, Selasa (25/8) seperti dikutip Antara. 

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terus melemah. Perkembangan terakhir nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sempat menyentuh Rp14.100 per dollar AS tadi siang. 

Dijelaskan depresiasi rupiah telah mempengaruhi biaya produksi sebesar 55 persen sehingga perusahaan menaikkan harga jual produknya. 

Meskipun rupiah terus melemah, PT Unilever Indonesia Tbk tidak akan mempengaruhi perusahaan untuk tetap akan menanamkan investasinya di Indonesia.  

Untuk diketahui, Unilever baru saja meresmikan pabrik kecap dan bumbu masaknya di Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, pada Selasa (25/8) dengan nilai investasi Rp820 milliar.

"Kami pemain jangka panjang, bukan hanya 'hit and run'. Jadi kalau kita investasi lihat jangka panjang. Selama RI pasarnya baik kami akan berinvestasi," katanya.

Adapun Unilever Indonesia berkontribusi hingga 2,5 milliar Euro (setara Rp40 triliun) terhadap pendapatan Unilever global yang mencapai 50 milliar Euro (Rp809 triliun). (Luh) 

Baca Juga: 

Ekonom UI: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Lebih Baik dari Ringgit

Presiden Instruksikan Antisipasi Situasi Ekonomi Semakin Memburuk

Rupiah Jeblok, Ini Doa Yusril Ihza Mahendra untuk Jokowi

Bisnis Wisata dengan Kapal Pesiar Tidak Terpengaruh Pelemahan Rupiah

Perdagangan Barang Elektronik di Glodok Tidak Terpengaruh Nilai Tukar Rupiah

 

#Pelemahan Rupiah #Krisis Moneter #PT Unilever Indonesia Tbk
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Hashim Sebut MSCI Masalah Amat Sangat Serius, Jangan Rupiah Jadi Rp 22.000
Hashim mengimbau pelaku usaha, termasuk anggota Kadin, agar mendukung terciptanya perdagangan saham yang sehat dan transparan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Hashim Sebut MSCI Masalah Amat Sangat Serius, Jangan Rupiah Jadi Rp 22.000
Indonesia
Kendalikan Rupiah, BI Beli Surat Berharga Negara di Pasar Sekunder
BI menyatakan akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Kendalikan Rupiah, BI Beli Surat Berharga Negara di Pasar Sekunder
Indonesia
Pergerakan Rupiah Terdampak Pidato Kepala The Fed, Inflasi Melebihi Prediksi
para pembuat kebijakan harus yakin bahwa inflasi inti benar-benar bergerak menuju target mereka dengan kecepatan yang memadai.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Pergerakan Rupiah Terdampak Pidato Kepala The Fed, Inflasi Melebihi Prediksi
Indonesia
Bakom Bantah Wacana Jadikan Bank Indonesia Bagian Dari Pemerintah
Pernyataan tersebut disampaikan Tenaga Ahli Utama Bakom RI Fithra Faisal Hastiadi di tengah sorotan terhadap independensi bank sentral.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Bakom Bantah Wacana Jadikan Bank Indonesia Bagian Dari Pemerintah
Indonesia
Cadangan Devisa Masih Dalam Tren Penurunan
BI juga terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Cadangan Devisa Masih Dalam Tren Penurunan
Indonesia
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Pembatalan pembukaan Selat Hormuz memicu kekhawatiran datangnya guncangan inflasi jilid baru akibat kenaikan biaya logistik dunia
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Indonesia
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Kelompok saham berkapitalisasi besar ikut mendorong laju indeks sektoral berada pada zona hijau
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Indonesia
Dana Asing Makin Keluar dari Indonesia, Rupiah Makin Tertekan
Dari data juga menunjukan, sentimen global, ketidakpastian masih tinggi mengenai potensi kesepakatan damai di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Dana Asing Makin Keluar dari Indonesia, Rupiah Makin Tertekan
Indonesia
Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Senin (22/6), Mulut Pedas Donald Trump Guncang Pasar
Kementerian Luar Negeri Iran mengklaim adanya kemajuan positif, sementara mediator Qatar dan Pakistan mengonfirmasi tercapainya peta jalan kesepakatan lebih luas
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Senin (22/6), Mulut Pedas Donald Trump Guncang Pasar
Indonesia
Rupiah Bakal Terus Tertekan Jika Harga Minyak Dunia Naik
pelemahan rupiah, masih dipengaruhi oleh faktor global kembali meningkatnya harga minyak dunia seiring ancaman Presiden Trump untuk menyerang Lebanon.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Rupiah Bakal Terus Tertekan Jika Harga Minyak Dunia Naik
Bagikan