Ukraina dan AS Capai Kesepakatan Mineral Langka, Trump Janjikan Bantuan Peralatan Militer
Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)
MerahPutih.com - Amerika Serikat dan Ukraina telah mencapai kesepakatan terkait akses ke mineral langka di Ukraina, menurut Presiden AS Donald Trump.
Berbicara di Gedung Putih pada Selasa pekan ini, Trump mengonfirmasi laporan sebelumnya bahwa dirinya telah menyetujui kerja sama dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk mengembangkan sumber daya mineral penting tersebut.
"Saya dengar dia akan datang hari Jumat. Tidak masalah bagi saya jika dia ingin datang. Dan dia ingin menandatangani kesepakatan ini bersama saya, yang saya pahami sebagai sesuatu yang sangat besar, benar-benar besar,” ujar Trump kepada wartawan, dikutip dari Aljazeera, Rabu (26/2).
Trump mengklaim kesepakatan ini bisa bernilai hingga USD 1 triliun dan memastikan bahwa pajak rakyat Amerika akan kembali dengan keuntungan.
Baca juga:
"Kita menghabiskan ratusan miliar dolar untuk perang Rusia-Ukraina yang seharusnya tidak pernah terjadi," katanya.
Saat ditanya apa yang akan didapat Kyiv sebagai imbalan, Trump menyebut bantuan senilai USD 350 miliar serta peralatan militer dan “hak untuk terus berperang”.
Menurut Congressional Research Service, Kongres AS telah mengalokasikan USD 174 miliar untuk Ukraina antara 2022 hingga 2024.
Kesepakatan ini terjadi setelah laporan bahwa Washington dan Kyiv akhirnya mencapai titik temu, menyusul penolakan Zelenskyy terhadap draf sebelumnya yang dikabarkan akan menyerahkan hak atas sumber daya alam Ukraina.
Baca juga:
Terobosan ini muncul di tengah upaya Ukraina memperbaiki hubungan dengan pemerintahan Trump, yang sebelumnya menimbulkan ketegangan akibat keputusan Trump mengecualikan Kyiv dari negosiasi dengan Moskow untuk mengakhiri perang.
Langkah Trump yang mendekati Presiden Rusia Vladimir Putin dan pernyataan-pernyataan kerasnya terhadap Zelenskyy menimbulkan kekhawatiran di Kyiv dan Eropa. Banyak yang menduga Trump cenderung mengakhiri konflik dengan cara yang lebih menguntungkan Rusia. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China