Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Media Sosial

Twitter Luncurkan Debut Gambar Profil NFT Berbentuk Heksagon

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 24 Januari 2022
Twitter Luncurkan Debut Gambar Profil NFT Berbentuk Heksagon

Twitter bergegas untuk menguangkan tren kripto seperti NFT, autentikasi item digital seperti gambar. (Foto: Unsplash/Jeremy Bezanger)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TWITTER Inc pada Kamis (20/1) mengumumkan peluncuran alat di mana pengguna dapat menampilkan non-fungible tokens (NFT) sebagai gambar profil mereka. Langkah tersebut memanfaatkan kegilaan koleksi digital NFT yang telah meledak setahun belakangan.

Fitur NFT tersedia di iOS untuk pengguna layanan berlangganan Twitter Blue. Fitur tersebut juga menghubungkan akun Twitter ke dompet kripto tempat pengguna menyimpan kepemilikan NFT.

Twitter menampilkan gambar profil NFT sebagai segi enam, membedakannya dari lingkaran standar yang tersedia untuk pengguna lain. Ketukan pada gambar akan menampilkan detail tentang seni dan kepemilikannya.

Baca juga:

Restoran NFT Pertama Segera Dibuka di New York

Twitter Luncurkan Debut Gambar Profil NFT Berbentuk Heksagon
Twitter menampilkan gambar profil NFT sebagai segi enam, membedakannya dari lingkaran standar. (Foto: The Verge)

Dunia digital Indonesia belakangan juga telah geger akibat NFT, sejak pemuda bernama Ghozali mendadak viral karena meraup keuntungan miliaran rupiah melalui bisnis NFT yang dijalankan.

Cuan yang melimpah didapatkan Ghozali dengan menjual foto dirinya sendiri sejak tahun 2017 - 2021 dengan floor price sebesar 0,001 ETH (Ethereum) atau sekitar Rp 48.000 di NFT. Bahkan, ada foto selfie milik Ghozali Everyday dijual dengan harga tertinggi sebesar 66.346 RH atau setara dengan Rp 3,1 triliun.

Singkatnya, NFT merupakan aset digital, semacam token yang tidak bisa ditukarkan. NFT adalah token kriptografi yang mewakili suatu barang yang dianggap unik. Melalui aset digital ini, para seniman bisa memanfaatkannya untuk menjadikan karyanya sebagai aset NFT.

Seperti perusahaan teknologi lainnya, Twitter bergegas untuk menguangkan tren kripto seperti NFT, sejenis aset spekulatif yang mengautentikasi item digital seperti gambar, video, dan mendarat di dunia virtual. Platform media sosial itu tahun lalu juga menambahkan fungsionalitas bagi pengguna untuk mengirim dan menerima Bitcoin.

Baca juga:

Bagaimana Cara Mendapat Keuntungan dari NFT?

Twitter Luncurkan Debut Gambar Profil NFT Berbentuk Heksagon
Tahun 2021, Twitter juga menambahkan fungsionalitas bagi pengguna untuk mengirim dan menerima Bitcoin. (Foto: webflow)

Penjualan NFT mencapai sekitar 25 miliar UDS atau sekitar Rp 357,74 triliun pada 2021, menurut data dari pelacak pasar DappRadar, meskipun ada tanda-tanda pertumbuhan melambat menjelang akhir tahun.

Pendukung teknologi 'Web3' seperti NFT mengatakan mereka mendesentralisasikan kepemilikan secara daring, menciptakan jalur bagi pengguna untuk mendapatkan uang dari kreasi populer, daripada mendapatkan manfaat tersebut terutama untuk beberapa platform teknologi.

Para kritikus menolak klaim desentralisasi, mencatat bahwa banyak layanan yang mendukung adopsi teknologi tersebut. Seperti misalnya, enam dompet kripto yang didukung oleh produk NFT Twitter yang didukung oleh sekelompok kecil pemodal ventura.

Dalam tweet yang diedarkan secara luas setelah peluncuran, peneliti keamanan Jane Manchun Wong menyoroti salah satu tautan itu, menunjukkan bagaimana pemadaman di pasar NFT yang didukung ventura, OpenSea, memblokir sementara NFT dari pemuatan di Twitter. (aru)

Baca juga:

Ghozali Everyday Jual Foto Selfie NFT, Harga Tertinggi Rp 3 Triliun

#NFT #Twitter #Media Sosial
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Sejumlah platform media sosial dikenakan pajak baru oleh Komdigi. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Indonesia
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
BPJS Kesehatan menegaskan tidak ada kebijakan penggantian atau reimburse biaya transportasi pasien rujukan. Simak klarifikasi resmi terkait informasi viral di Threads.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
Lifestyle
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Menulis Caption di Setiap Foto Carousel
Kehadiran fitur ini disebut-sebut sebagai salah satu pembaruan yang paling banyak diminta oleh komunitas kreator.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Menulis Caption di Setiap Foto Carousel
Fun
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Konten kreator kini wajib punya NIB. Lalu, apa itu NIB dan bagaimana cara mendaftarnya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Indonesia
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Masifnya sebaran di media sosial membuat banyak warga telanjur mempercayai foto tersebut sebagai peristiwa nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Penggunaan media sosial harus diatur dengan baik demi menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Indonesia
Wakil Ketua MPR Minta Maaf soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Janji Segera Evaluasi
MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas viralnya Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar. Pihaknya akan segera melakukan evaluasi.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Wakil Ketua MPR Minta Maaf soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Janji Segera Evaluasi
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Bagikan