Trump Segera Blokade Kapal Keluar Masuk Selat Hormuz

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
Trump Segera Blokade Kapal Keluar Masuk Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Putaran terakhir pembicaraan Iran dan AS di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Negosiasi pada akhir pekan lalu, yang dimediasi Pakistan, berakhir setelah beberapa putaran diskusi dan pertukaran proposal gagal menghasilkan terobosan.

Kedua pihak meninggalkan Islamabad dengan perbedaan utama yang belum terselesaikan, di mana keduanya mengisyaratkan bahwa upaya diplomatik lebih lanjut masih akan diperlukan.

Pembicaraan di Islamabad itu merupakan bagian dari upaya lebih luas di bawah aksi gencatan senjata dua pekan yang rapuh untuk mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan segera memulai blokade angkatan laut di Selat Hormuz untuk mencegah Iran melakukan apa yang disebutnya sebagai "pemerasan".

Baca juga:

Harga Minyak Dunia Langsung Meroket Beberapa Jam Setelah Perintah Trump Blokade Selat Hormuz

"Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini," tulis Trump di platform Truth Social.

Angkatan Laut AS akan memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz hingga semua pihak diizinkan masuk dan keluar.

"Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kami untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar upeti kepada Iran. Tidak ada pihak mana pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas," ucap Trump.

Dia menegaskan, ia tidak akan membiarkan negara mana pun, terutama negaranya sendiri, untuk "diperas" oleh Iran.

Trump menuduh Iran tetap bersikeras melanjutkan ambisi nuklirnya setelah perundingan damai di Islamabad.

"Pertemuan berjalan baik, sebagian besar poin telah disepakati; tetapi satu-satunya poin yang benar-benar penting, nuklir, tidak tercapai," ujar Trump.

Dia mengatakan pihak Iran masih "menginginkan nuklir".

Selain itu, AS dan negara-negara lain akan mengirimkan kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz untuk membersihkan ranjau yang ditinggalkan Iran.

"Kami memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Sekarang, kami memiliki kapal penyapu ranjau bawah laut yang sangat canggih, terbaru, dan terbaik; tetapi kami juga mendatangkan kapal penyapu ranjau yang lebih tradisional. Jadi, saya mengerti Inggris dan beberapa negara lain mengirimkan kapal penyapu ranjau," katanya. (*)

#Donald Trump #Iran #Selat Hormuz
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Bagikan