Trump Puji Zelenskyy, Lupakan Pernah Sebut Diktator

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 28 Februari 2025
Trump Puji Zelenskyy, Lupakan Pernah Sebut Diktator

Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan rasa hormatnya terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menjelang pertemuan mereka di Gedung Putih.

Trump berbicara setelah bertemu Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, di mana mereka membahas upaya mengakhiri perang antara Ukraina dan Rusia. Ia optimistis pertemuannya dengan Zelenskyy pada Jumat akan berjalan baik dan mengatakan bahwa proses menuju perdamaian “bergerak cukup cepat.”

Pertemuan ini terjadi setelah pemerintahan Trump mengejutkan sekutu Barat dengan mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pertama dengan Moskow sejak Rusia menginvasi Ukraina lebih dari tiga tahun lalu.

Sikap Trump terhadap Zelenskyy sebelumnya menuai kritik setelah ia menyalahkan pemimpin Ukraina itu atas perang yang berkepanjangan dan menegurnya karena tidak segera memulai perundingan damai.

Baca juga:

Donald Trump Promosikan Rencana Pembangunan Gaza dengan Video AI, Tampak seperti Resor dengan Patung Emas Dirinya

"Kamu sudah di sana selama tiga tahun," kata Trump pekan lalu. "Seharusnya kamu sudah mengakhirinya… Seharusnya ini tidak pernah terjadi. Kamu bisa saja membuat kesepakatan."

Namun, dalam pernyataan terbarunya, Trump melunak. "Saya rasa pertemuan besok akan berjalan sangat baik. Kami akan akur," ujarnya.

Ketika reporter BBC menanyakan apakah ia masih menganggap Zelenskyy sebagai “diktator,” Trump tampak terkejut. "Apa saya pernah bilang begitu? Saya tidak percaya saya pernah mengatakannya," jawabnya.

Sementara itu, Zelenskyy diperkirakan akan berusaha mengamankan jaminan keamanan bagi Ukraina sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan damai. (ikh)

#Donald Trump
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan baru berupa tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Kekacauan di Iran sendiri dipicu oleh ambruknya nilai tukar Rial yang menyebabkan inflasi hebat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
AS mengklaim mendukung para pengunjuk rasa damai di seluruh dunia, termasuk di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Dunia
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Trump mengatakan uang hasil penjualan akan berada di bawah kendalinya dan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
 Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Dunia
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Trump mengatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya akan dikontrol oleh dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Bagikan