MerahPutih.com - Donald Trump bakal dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat, Senin (20/1). Pelantikan itu menandai kembalinya Trump ke Gedung Putih setelah absen selama empat tahun.
Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai Indonesia perlu mengutamakan stabilitas di dalam negeri dalam hubungan kerja samanya dengan Amerika Serikat (AS) di masa mendatang.
"Jadi, tampaknya kita tetap harus berpikir setidaknya 'we play by the book', dengan mengedepankan good governance, good corporate governance, kemudian stabilitas dalam negeri," kata Rezasyah.
Ia mengatakan, upaya untuk memprioritaskan stabilitas dalam negeri itu, dapat dilakukan salah satunya dengan menyampaikan kepada AS tentang tujuan Indonesia bergabung dengan BRICS, menyusul keanggotaan baru di organisasi kerja sama ekonomi tersebut.
Baca juga:
Pelantikan Donald Trump, para Tamu Penting akan Hadir tapi Michelle Obama Absen
Komunikasi tersebut, perlu dilakukan untuk menegaskan bahwa bergabungnya Indonesia di BRICS adalah untuk kepentingan nasional, bukan untuk memusuhi siapa pun dan tidak untuk memperkuat siapa pun.
Dalam hubungan ekonomi, Rezasyah menilai Indonesia perlu lebih banyak lagi melakukan perjanjian-perjanjian khusus, mengingat AS tidak termasuk lima besar investor bagi Indonesia.
Peningkatan kerja sama ekonomi tersebut dapat dilakukan di sektor ekspor-impor, investasi perbankan, jasa, konstruksi, dan pertambangan.
"Itu harus diulangi lagi, harus dijaminkan lagi, dipertemukan lagi dia dan aktor-aktor nasional yang ada selama ini. Sehingga terasa Indonesia ini walaupun berganti presiden, tapi tetap mengedepankan keterbukaan dan juga taat pada hukum internasional," kata Rezasyah dikutip Antara. (*)