Trump Berencana Temui Vladimir Putin Buat Akhiri Perang
Presiden terpilih AS, Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)
MerahPutih.com - Donald Trump resmi menjabat sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat setelah mengambil sumpah jabatan pada pukul 12:02 siang waktu setempat di Capitol Rotunda, Washington DC, Senin (20/1).
Trump mengambil sumpah jabatan dengan dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pidato pelantikan oleh Trump sebagai Presiden AS periode 2025-2029.
Usai dilantik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia akan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin meski belum ada jadwal yang ditentukan.
"Saya akan bertemu dengan Presiden Putin," katanya kepada wartawan pada Senin (20/1) waktu setempat saat menandatangani perintah eksekutif setelah kembali ke Ruang Oval.
Baca juga:
Gestur Elon Musk di Hari Pelantikan Trump Jadi Perdebatan, Dianggap Salam NAZI
Trump dilantik untuk masa jabatan kedua yang menandai perubahan besar dalam pemerintahan Amerika Serikat yang secara luas diperkirakan akan mengguncang seluruh masyarakat Amerika dan dunia.
Ketika ditanya kapan pertemuan tersebut akan berlangsung, dia menjawab: "Saya tidak tahu," tetapi menambahkan bahwa ia dapat berbicara dengan Putin segera.
"Saya harus berbicara dengan Presiden Putin, kita harus mencari tahu. Dia tidak bisa merasa senang. Dia tidak berada dalam kondisi baik. Maksud saya, dia sedang berjuang," kata Trump.
Ketika ditanya apakah dia juga akan berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, ia mengegaskan, Zelenskyy ingin membuat kesepakatan.
"Saya pikir dia menghancurkan Rusia dengan tidak membuat kesepakatan. Saya pikir Rusia akan berada dalam masalah besar. Anda lihat saja ekonomi mereka. Anda lihat inflasi mereka. Saya berharap dia ingin membuat kesepakatan," katanya. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Obsesi Donald Trump Caplok Greenland Bakal Jadi Lonceng Kematian NATO
Trump Kritik Pasukan Khusus Denmark Cupu, Gagal Lindungi Greenland dari Rusia-China
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama