MERAHPUTIH.COM - KAI Commuter memberikan pengembalian dana (refund) 100 persen bagi penumpang Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Commuter Line Basoetta) setelah insiden anjlok akibat menabrak truk di perlintasan Poris, Tangerang, Jumat (20/2) pagi. Kebijakan pengembalian dana ini berlaku bagi pengguna yang telah membeli tiket, seiring gangguan perjalanan dan rekayasa pola operasi kereta menuju bandara setelah kejadian pada Jumat (20/2) pukul 06.05 WIB.
VP of Corporate Secretary of KAI Commuter Karina Amanda menyebut kereta untuk sementara hanya melayani relasi hingga Stasiun Rawa Buaya dan kembali ke Stasiun Duri. Sementara itu, perjalanan Commuter Line Basoetta dari arah Bandara Soekarno-Hatta hanya sampai Stasiun Batuceper dan kembali ke bandara.
Dengan adanya kejadian ini, KAI Commuter mengimbau calon penumpang yang hendak menuju bandara untuk sementara ini menggunakan alternatif transportasi lain. "Atas kejadian tersebut, kami melakukan rekayasa pola operasi dan pembatalan perjalanan Commuter Line. Kami mohon maaf atas kendala dan ketidaknyamanan yang timbul,” jelas dia.
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyebut puluhan petugas tanggap darurat prasarana dikerahkan untuk melakukan pengamanan lokasi, pemeriksaan rel, bantalan, serta sistem listrik aliran atas (LAA) yang terdampak akibat benturan.
Baca juga:
Semua KA Bandara Dibatalkan, KRL Tangerang Cuma Sampai Rawa Buaya
Demi keselamatan petugas dan proses evakuasi, aliran listrik pada jalur terdampak dimatikan sementara sekitar pukul 07.25 WIB. Proses penanganan difokuskan pada pemindahan truk yang menghalangi jalur rel serta penanganan tiang LAA yang mengalami gangguan.
Sekitar pukul 08.30 WIB dilakukan penurunan muatan truk untuk mempercepat dan mengamankan proses pengangkatan. Muatan selesai diturunkan pada pukul 09.05 WIB. Kendaraan derek yang tiba pada pukul 08.56 WIB bersama alat berat lainnya langsung melakukan evakuasi badan truk dari jalur rel.
KAI Daop 1 Jakarta juga mengerahkan kereta penolong untuk mendukung proses evakuasi rangkaian serta memastikan seluruh prasarana dapat diperiksa secara menyeluruh.
Secara paralel, tim prasarana melakukan penegakan kembali tiang LAA, pengecekan kabel kontak, serta pengukuran ulang geometrik jalur guna memastikan seluruh standar keselamatan terpenuhi sebelum operasional dinormalisasi.(knu)
Baca juga: