Tren ‘Soft Life’, Cara Perempuan Menikmati Hidup

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 01 Juli 2023
Tren ‘Soft Life’, Cara Perempuan Menikmati Hidup

Tren 'soft life' cara perempuan menikmati hidup. (Pexels/Christina Morillo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA aplikasi video berbagi TikTok selalu dipenuhi dengan ragam tren viral. Mulai dari tren kecantikan dan tren gaya hidup yang bisa kamu temukan dengan mudah di platform ini. Salah satu tren kehidupan yang sedang
digandrungi melalui media sosial yaitu tren soft life.

Seperti dilansir dari theverygirl dan bodyandsoul, mengungkap tren ini yang tengah merebak. Banyak perempuan melihat generasi di depan mereka untuk bekerja keras, mengorbankan kenyamanan mereka, dan mengutamakan kepentingan orang lain dalam waktu lama.

Baca Juga:

Waspada, Orang Dewasa Ternyata Juga Bisa Mengalami ADHD

cew
Gaya hidup ini sudah menjadi tren khusus bagi banyak perempuan. (Pexels/Pavel Danilyuk)

Apa itu soft life


Tagar #soft life di TikTok menghasilkan video yang tak terhitung jumlahnya dengan total lebih dari 670 juta tampilan. Sebelum viral di TikTok, soft life merupakan konsep yang beredar di sekitar komunitas Nigeria untuk menggambarkan gaya hidup yang santai dan nyaman.

Gaya hidup ini sudah menjadi cara khusus bagi banyak perempuan yang telah menghadapi tekanan untuk mewujudkan kepribadian yang kuat dalam menghadapi rasisme dan marginalisasi.

Peran perempuan super ini dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih tinggi, kurang tidur, pola makan yang tidak sehat, dan kurangnya perawatan diri.

Tren ini menjadi cara penolakan terhadap stereotip dan ekspetasi. Video seputar tren soft life di TikTok lainnya berfokus pada melangkah menuju energi feminim, memanjakan diri dengan liburan mewah, dan menjalani kehidupan yang tenang.

Baca Juga:

Pikiran Positif Tentang Penuaan Baik untuk Pemulihan Memori pada Lansia

cew
Kebiasaan tren soft life untuk mewujudkan kepribadian yang kuat. (Pexels/Cottonbro Studio)

Lakukan soft life


Tidak ada cara khusus untuk melakukan tren ini. Hal terpenting adalah kebiasaan yang kamu jalani disesuaikan dengan keinginan pribadimu. Beberapa influencer TikTok melakukan tren ini dengan membeli barang-barang mewah atau mahal. Namun, ada langkah-langkah yang lebih sederhana untuk melakukan tren ini. Seperti menonton netflix, menyalakan lilin aroma terapi, dan memakai masker wajah di malam hari.

Untuk kamu yang ingin melakukan tren ini, harus memiliki pola pikir yang sesuai dengan tindakan. Percaya bahwa kamu layak untuk bersantai dan menolak untuk mengatasi stres yang melelahkan. (dkr)

Baca Juga:

Jangan Sampai Tertipu, Kenali Modus Vishing

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Lifestyle
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Beredar informasi yang menyebut minum sambil berdiri dapat memicu penyakit batu ginjal. Cek faktanya dari ahli.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 08 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Indonesia
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
BPJS Kesehatan bukan yang berwenang mengaktifkan atau menonaktifkan akun.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Bagikan