Pikiran Positif Tentang Penuaan Baik untuk Pemulihan Memori pada Lansia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Juni 2023
Pikiran Positif Tentang Penuaan Baik untuk Pemulihan Memori pada Lansia

Keyakinan positif ini juga memungkinkan lansia memulihkan kognisi mereka hingga dua tahun lebih awal. (Pexels/Anastasia Shuraeva)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ORANG lanjut usia (lansia) dengan mild cognitive impairment (MCI) atau gangguan kognitif ringan, lebih mungkin untuk memulihkan fungsi ingatan jika mereka berpikiran positif tentang penuaan, dibandingkan dengan mereka yang memiliki emosi negatif tentang hal itu. Demikian dikatakan sebuah studi baru dari Yale School of Public Health, AS.

MCI adalah bentuk umum dari kehilangan memori. Keyakinan positif tentang penuaan memberi lansia kesempatan 30 persen lebih baik untuk memulihkan pemikiran normal.

“Para peneliti juga menemukan bahwa keyakinan positif ini juga memungkinkan peserta untuk memulihkan kognisi mereka hingga dua tahun lebih awal daripada mereka yang memiliki keyakinan negatif akan pertambahan usia,” demikian diberitakan Neuroscience News.

“Keunggulan pemulihan kognitif ini ditemukan terlepas dari tingkat keparahan MCI awal,” hasil penelitian tersebut menambahkan.

Baca juga:

Studi: Gairah Seksual Bisa Perpanjang Usia Pria Lansia

Pikiran yang positif megenai pertambahan usia mengurangi stres yang disebabkan oleh tantangan kognitif. (Pexels/Ketut Subiyanto)

Lebih dari 1.700 orang di atas usia 65 berpartisipasi dalam studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open.

“Dalam studi eksperimental sebelumnya dengan orang yang lebih lanjut usia, pikiran yang positif megenai pertambahan usia mengurangi stres yang disebabkan oleh tantangan kognitif, meningkatkan kepercayaan diri tentang kognisi, dan meningkatkan kinerja kognitif,” tulis penulis studi.

“Oleh karena itu, kami berhipotesis bahwa orang yang lebih tua dengan keyakinan usia positif akan lebih mungkin pulih dari MCI dan akan melakukannya lebih cepat dibandingkan dengan individu dengan keyakinan negatif akan pertambahan usia,” para peneliti menjelaskan.

Profesor kesehatan masyarakat dan psikologi Becca Levy yang menjadi penulis utama studi tersebut, mengatakan kepada Neuroscience News, “Kebanyakan orang menganggap tidak ada pemulihan dari MCI, tetapi sebenarnya setengah dari mereka yang sembuh."

Levy menambahkan, baru sedikit yang diketahui tentang mengapa beberapa pulih sementara yang lain tidak. "Itu sebabnya kami melihat keyakinan usia yang positif, untuk melihat apakah hal itu akan membantu memberikan jawaban," ujarnya.

Baca juga:

Fenomena Lelah Hidup di Kalangan Lansia

Intervensi keyakinan usia pada individu dan masyarakat dapat meningkatkan jumlah pemulihan kognitif. (Pexels/Tristan Le)

“Orang yang lebih tua dalam kelompok keyakinan positif akan penambahan usia yang memulai studi dengan kognisi normal lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan MCI selama 12 tahun ke depan dibandingkan mereka dalam kelompok keyakinan negatif akan pertambahan usia, terlepas dari usia dasar dan kesehatan fisik mereka,” Neuroscience News melaporkan.

“Mengingat keyakinan usia yang positif dapat diperkuat, temuan kami menunjukkan bahwa intervensi keyakinan usia pada tingkat individu dan masyarakat dapat meningkatkan jumlah orang yang mengalami pemulihan kognitif,” kata studi tersebut. (aru)

Baca juga:

Agar Lansia Tetap Bugar Perlu Olahraga Low Impact

#Kesehatan #Usia Lansia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan