MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia telah mencanangkan visi Indonesia Emas 2045. Visi ini ingin mewujudkan negara maju, sejahtera, dan berkeadilan sosial bagi masyarakatnya. Untuk mencapai itu kualitas manusia Indonesia akan ditingkatkan. Peningkatan itu tak bisa lepas dari topangan aspek kesehatan.
Demikian disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kuliah umum di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (29/02).
“Bagaimana caranya menjaga agar Indonesia tetap sehat? Dengan menjalankan enam pilar transformasi kesehatan,” ucap Menkes seperti terangkum dalam rilis pers Kementerian Kesehatan (1/3).
Baca juga:
Kemenkes tentang Video Ulat 'Pembunuh' Manusia: Beracun, Tapi Tak Bisa Membunuh Manusia
Pilar pertama adalah transformasi layanan primer yang fokus pada promotif preventif, bukan kuratif. Pilar kedua adalah transformasi layanan sekunder yang fokus pada penyediaan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat.
Pilar ketiga adalah transformasi sistem ketahanan kesehatan yang fokus pada kemandirian obat dalam negeri dan penyediaan tenaga cadangan kesehatan seperti yang dilakukan saat pandemi COVID-19 lalu. Pilar keempat adalah transformasi sistem pembiayaan kesehatan.
Pilar kelima adalah transformasi SDM kesehatan yang berkualitas dan penyebarannya merata. Pilar keenam adalah transformasi teknologi kesehatan yang fokus pada informasi teknologi dan bioteknologi.
“Dari enam pilar ini, yang paling di hati saya adalah pilar nomor satu karena itu yang penting, yaitu menjaga orang tetap sehat” ujar Menkes.
Menkes menyarankan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga minimal 30 menit sehari serta menjaga pola makan.
Kemudian ia menyarankan agar masyarakat melakukan skrining kesehatan di posyandu atau puskesmas terdekat.
Menkes menyebutkan ada empat poin yang wajib diperiksa agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit: tiga poin berkaitan dengan darah dan satu poin berkaitan dengan lingkar perut.
“Cara dan tindakannya sangat mudah, periksa ke puskesmas untuk ukur tekanan darah, gula darah dan lemak darah agar tidak terkena diabetes, serangan jantung dan lain sebagainya, lakukan satu bulan sekali, gratis!” sebut Menkes. (dru)
Baca juga:
Data Kemenkes 114 Petugas Pemilu Wafat, BPJS Hanya Cairkan Santunan 44 Ahli Waris