MERAHPUTIH.COM - TREN penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus meningkat tidak membuat transaksi menggunakan kartu pembayaran melemah. Pembayaran QRIS dan pembayaran dengan kartu VISA merupakan salah satu medium pembayaran inovatif yang eksis di Tanah Air. Kedua metode pembayaran tersebut dinilai saling melengkapi dan bersama-sama mendorong pertumbuhan ekosistem pembayaran digital serta mempercepat terwujudnya masyarakat tanpa uang tunai (cashless society) di Indonesia.
Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh kuat pada triwulan II 2026. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi, meningkat 36,88 persen secara tahunan jika dibandingan dengan semester I 2025, mencapai 6,05 miliar transaksi.
Meski QRIS semakin mendominasi transaksi digital di berbagai sektor, Visa menilai kondisi tersebut bukan ancaman bagi pembayaran menggunakan kartu.
Head of Products and Value-Added Services of Visa Indonesia Dessy Safitri Masri mengatakan QRIS dan Visa memiliki fungsi yang berbeda dalam ekosistem pembayaran sehingga dapat berjalan berdampingan.
"Bagi Visa, kami merupakan network of payment, sedangkan QRIS merupakan ekosistem pembayaran. Setiap bentuk memiliki pangsa pasar, segmen pelanggan, dan kebutuhan transaksi yang berbeda. Memang ada irisan, tetapi berdasarkan data kami, transaksi kartu Visa tetap bertumbuh," ujar Dessy dalam keterangannya, Jumat (31/7).
Baca juga:
Prabowo Sambut Kemajuan QRIS Lintas Batas Indonesia-India, Transaksi Makin Mudah
Walaupun tidak menjelaskan angka pertumbuhan penggunaan Visa di Indonesia, Dessy menegaskan hal terpenting yakni keberagaman metode pembayaran justru memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam bertransaksi. "Nasabah bisa memilih kapan menggunakan QRIS dan kapan menggunakan kartu. Pada akhirnya, semua itu mendorong masyarakat menjadi semakin cashless," katanya.
Senada dengan itu, Head of Corporate Communications of Visa Indonesia Astri Abyanti mengatakan Visa sendiri melakukan adaptasi. Kini Visa terintegrasi sejumlah mitra dompet digital sehingga memberikan pengalaman pembayaran yang lebih mudah, termasuk bagi wisatawan mancanegara.
Salah satunya melalui kerja sama dengan DANA yang memungkinkan turis asing membayar dengan QRIS menggunakan kartu Visa sebagai sumber dana. "Turis asing cukup memasukkan nomor telepon mereka dan menghubungkan kartu Visa. Mereka tidak perlu lagi memiliki nomor lokal untuk bisa bertransaksi menggunakan QRIS. Ini menunjukkan bahwa Visa dan QRIS saling melengkapi dalam satu ekosistem pembayaran," jelas Astri.
Menurutnya, tujuan utama kolaborasi tersebut yakni memperluas penggunaan transaksi nontunai di Indonesia. "Semakin berkembang cashless society, semakin besar pula dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," ujarnya.
Visa Hadirkan Dua Kartu Infinite Baru untuk Konsumen Premium
Visa memperkenalkan pembaruan lini Visa Infinite untuk menjawab kebutuhan konsumen premium yang terus berkembang. Selain Visa Infinite reguler, Visa kini menghadirkan dua tingkatan baru, yakni Visa Infinite Privilege dan Visa Infinite Private. Keduanya dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih personal sesuai kebutuhan setiap segmen affluent.
Peluncuran ini dilakukan seiring dengan pertumbuhan jumlah masyarakat berpenghasilan tinggi di Indonesia yang diproyeksikan meningkat lebih dari tiga kali lipat pada periode 2026–2030.
Country Manager of Visa Indonesia Vira Widiyasari mengatakan konsumen premium saat ini tidak lagi hanya mencari simbol kemewahan, tetapi juga pengalaman yang lebih personal dan bermakna.
"Melalui pembaruan Visa Infinite, kami menghadirkan pengalaman pembayaran premium yang lebih fleksibel dan relevan sehingga setiap pemegang kartu dapat menikmati manfaat yang sesuai dengan gaya hidup, aspirasi, dan kebutuhan mereka yang terus berkembang," ujar Vira.(TKA)
Baca juga:
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi