Merahputih Politik- Sekretaris DPP Partai Demokrat,Farhan Effendy, menilai sikap Partai Golkar yang menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Perundang-Undangan (Perppu) No. 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung amat jelas mengkhiati aspirasi publik.
"Dengan menolak Perppu itu artinya Golkar mengkhianati komitmennya terhadap aspirasi rakyat," kata Farhan dalam keterangan pers kepada redaksi Jumat (5/12).
Rakyat, lanjut Farhan, selama ini lebih memilih pilkada secara langsung sebagai sarana untuk mencari dan melahirkan pemimpin baru di suatu daerah. Lebih dari itu pilkada langsung dirasa memiliki semangat partisipasi secara langsung dan betul-betul dianggap ruang terbuka pagi proses suksesi pemimpin daerah yang ditunggu semua rakyat.
"Demokrat, tidak peduli apakah Golkar akan tetap ngotot menolak, partai demokrat akan terus pada jalan yang telah dipilih yakni memperjuangkan pemilukada secara langsung," sambung Farhan.
Masih kata Farhan yang juga aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Demokrat akan sekuat tenaga akan berusaha mensuskseskan Perppu menjadi Undang-Undang. Sebab dengan begitu, rakyat bisa tentukan sendiri pemimpinnya.
"Kami menilai, sikap ARB atau Golkar tidak sesuai dengan ucapan dan janji dalam KMP yang sudah pernah disampaikan. Jika sudah begini, biarlah rakyat yang akan menilai," demikian Farhan.