Tito Ingatkan Desa Tidak Bergantung Pada Pemerintah Pusat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Desember 2022
Tito Ingatkan Desa Tidak Bergantung Pada Pemerintah Pusat

Pelaksanaan Rakornas Apdesi di Balikpapan Sport and Convention Center Dome Balikpapan, Minggu. (Biro Adpim Pemprov Kaltim)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah desa diminta memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk investasi.

Langkah ini diperlukan untuk memperkuat kemandirian desa dengan meningkatnya Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui sektor swasta.

Baca Juga:

Tito Perintahkan Kepala Desa Gagas Tanam Cabai dan Bawang Merah

"Dana APBDes yang ada, yang 1 miliar, 2 miliar, 3 miliar, bukan itu yang dijadikan tulang punggung untuk majunya desa, tapi untuk memancing sektor swasta bisa masuk ke sana dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada di daerah itu," Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Tito membeberkan, berbagai upaya pemerintah dalam mendukung pembangun di desa. Hal itu seperti terbitnya Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, adanya anggaran khusus berupa Dana Desa, dibentuknya kementerian khusus yang mengurusi desa, dan berbagai upaya lainnya.

Karena itu, keinginan pemerintah untuk memperkuat desa harus dipahami oleh kepala desa termasuk APDESI. Langkah ini dapat dilakukan dengan membuat berbagai program yang mampu memperkuat desa.

"Kepala desa, saya paham bahwa di desa termasuk di otonomi daerah, tujuan akhirnya adalah kemandirian fiskal daerah itu, kabupaten itu, desa itu, kota itu harus mandiri secara fiskal," katanya.

Tito mengatakan, melalui dukungan APBDes tersebut maka sektor swasta seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menegah (UMKM) bisa hidup sehingga menambah PADes.

Ia mengingatkan, jangan sampai dana desa justru digunakan untuk program yang tidak jelas, sehingga desa tidak mandiri dan bergantung pada pemerintah pusat.

"Saya membayangkan kalau 74 ribu desa ini hidup semua, apalagi mandiri semua, negara ini menjadi bukan negara nomor 4, nomor 7, (tapi) nomor 1 di dunia," ujarnya.

Mantan Kapolri ini menegaskan, desa memiliki berbagai potensi yang dapat dimanfaatkan. Karena itu, pemerintah desa memahami filosofi lahirnya UU Desa termasuk diberikannya berbagai dukungan terhadap pemerintah desa.

"Masing-masing desa saya tahu ada desa wisata, ada desa mandiri, ada desa yang mempunyai kemampuan bisa menghadirkan ketahanan pangan yang kuat, ini yang kita harapkan," ujarnya. (Pon)

Baca Juga:

10 Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022

#Pemulihan Ekonomi #Inflasi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Perhatian utama pasar saat ini bukan lagi sekadar besarnya ekspor Indonesia, melainkan kecepatan kenaikan impor migas yang mulai menggerus surplus perdagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Indonesia
Harga Beras Bikin Inflasi di Bulan Mei, Inflasi Tahunan 3,08 Persen
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak ini adalah cabai merah, bawang merah, tomat, beras dan sawi hijau.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Harga Beras Bikin Inflasi di Bulan Mei, Inflasi Tahunan 3,08 Persen
Indonesia
BI Rate Naik Jadi 5,25%, Senjata Bank Sentral Kendalikan Inflasi
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi tetap 5,7% dan inflasi terkendali dalam kisaran sasaran pemerintah.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
BI Rate Naik Jadi 5,25%, Senjata Bank Sentral Kendalikan Inflasi
Indonesia
Kepala Daerah Diperintahkan Antisipasi Gejolak Ekonomi Akibat Geopolitik Global
Mendagri memaparkan bahwa sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan tertinggi pada periode ini.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Kepala Daerah Diperintahkan Antisipasi Gejolak Ekonomi Akibat Geopolitik Global
Indonesia
Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama
Ekonom Ferry Latuhihin memprediksi rupiah berpotensi tembus Rp18.000 per dolar AS akibat kenaikan yield obligasi AS, harga minyak dunia, dan sentimen investor.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama
Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai menekan perajin tahu dan tempe. DPR soroti lonjakan harga kedelai impor hingga ancaman inflasi dan daya beli masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Indonesia
Menteri Keuangan G7 Sebut Perpecahan Antara AS dan Eropa Makin Dalam
Para peserta juga membahas dukungan bagi Ukraina serta kerja sama dalam pengamanan mineral kritis yang penting bagi industri teknologi tinggi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 April 2026
Menteri Keuangan G7 Sebut Perpecahan Antara AS dan Eropa Makin Dalam
Indonesia
Inflasi Nasional Maret Capai 3,48 Persen, di Aceh Capai 5,31 Persen
Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,22 pada bulan Maret tahun 2025 menjadi 110,95 pada Maret tahun 2026
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Inflasi Nasional Maret Capai 3,48 Persen, di Aceh Capai 5,31 Persen
Indonesia
Inflasi Diproyeksikan Lebih Tinggi Didorong Peningkatan Harga Bahan Bakar
Terdapat tiga jenis inflasi yang berpotensi mendorong peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026, yakni demand-pull inflation, cost-push inflation, serta imported inflation.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Inflasi Diproyeksikan Lebih Tinggi Didorong Peningkatan Harga Bahan Bakar
Indonesia
Alasan Menkeu Inflasi Melonjak Tinggi, Permintaan Daging Ayam Meningkat
Inflasi komoditas dengan harga yang diatur pemerintah (administered price) mengalami kenaikan tertinggi, yakni sebesar 12,66 persen yoy,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Maret 2026
Alasan Menkeu Inflasi Melonjak Tinggi, Permintaan Daging Ayam Meningkat
Bagikan