Titiek Soeharto Minta Rakyat Jangan Suuzan Korupsi Izin Hutan di Balik Bencana Sumatera

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 08 Desember 2025
Titiek Soeharto Minta Rakyat Jangan Suuzan Korupsi Izin Hutan di Balik Bencana Sumatera

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto (kanan) saat acara rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia 2025, di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (8/12/2025). (ANTARA/Rio Feisal)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi meminta masyarakat untuk tidak berprasangka buruk terkait dugaan suap dalam izin pengelolaan kawasan hutan di Sumatera.

Dugaan adanya korupsi izin hutan itu mulai mencuat setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kita jangan suuzan,” kata Titiek Soeharto, sapaan akrabnya, ketika dikonfirmasi media, saat acara rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia 2025 di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (8/12).

Baca juga:

Bareskrim Polri Ungkap 8 Perusahaan yang Diduga Terlibat Pembalakan Liar di Sumatra, Biang Keladi Banjir dan Longsor

Ketika dicecar lagi oleh media, Titiek enggan menanggapi lebih jauh. Politikus Gerindra di DPR RI itu hanya kembali menegaskan hal yang sama.

"Jangan suuzan," tandas ibu kandung dari Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, anak Presiden Prabowo Subianto yang akrab disapa Didit it, dilansir Antara.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan telah melakukan penyegelan terhadap sejumlah subjek hukum yang diduga menjadi faktor terjadinya banjir bandang dan longsor di kawasan Sumatera dan Aceh.

Baca juga:

Pemerintah Didesak Bentuk BRR Ad Hoc untuk Pemulihan Cepat Pasca Bencana Sumatera

7 Areal Disegel di Aceh dan Sumut

Total ada tujuh subjek hukum yang diduga melakukan pelanggaran disegel Kemenhut, yang diumumkan dalam dua kesempatan berbeda. Berikut daftarnya:

4 Disegel Pada 6 Desember 2025

  1. Areal konsesi PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Desa Marisi, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan.
  2. Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) Jhon Ary Manalu di Desa Pardomuan.
  3. PHAT Asmadi Ritonga di Desa Dolok Sahut, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara.
  4. PHAT David Pangabean di Desa Simanosor Tonga, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan.

3 Disegel Pada 8 Desember 2025

  1. PT AR di Ramba Joring, Desa Aek Pining, Kecamatan Batang Toru
  2. PHAT Jon Anson di Kecamatan Arse
  3. PHAT Mahmudin di Desa Sombadebata Purba, Kecamatan Saipar Dolok Hole.

(*)

#Titiek Soeharto #Pembalakan Liar #Banjir Sumatra
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Indonesia
Waka Komisi IV DPR Pertanyakan Anggaran Bencana Sumatra Rp 60 T yang Mengendap di Kemenkeu
Kemenkeu diminta tidak jalan sendiri dalam penanganan pascabencana banjir di Sumatra dan tetap memperkuat koordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Waka Komisi IV DPR Pertanyakan Anggaran Bencana Sumatra Rp 60 T yang Mengendap di Kemenkeu
Indonesia
Daerah Terdampak Bencana Sumatra Dapat Tambahan TKD
Tambahan dana tersebut terdiri atas Rp 1,65 triliun untuk Aceh; Rp 6,35 triliun untuk Sumatra Utara; dan Rp 2,63 triliun untuk Sumatra Barat.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Daerah Terdampak Bencana Sumatra Dapat Tambahan TKD
Indonesia
Dasco Sebut Induk Anggaran Rp 100 Triliun untuk Rekonstruksi Bencana Sumatra Sesuai Rencana
Rincian alokasi anggaran tiap tahunnya yakni Rp 38,9 triliun pada 2026, Rp 32,9 triliun pada 2027, dan Rp 28,2 triliun pada 2028.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Dasco Sebut Induk Anggaran Rp 100 Triliun untuk Rekonstruksi Bencana Sumatra Sesuai Rencana
Indonesia
Dari Paris, Prabowo Kirim Video Ucapan Selamat Ulang Tahun ke Mbak Titiek
Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat ulang tahun ke-67 kepada Titiek Soeharto melalui video saat sedang berada di Paris.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Dari Paris, Prabowo Kirim Video Ucapan Selamat Ulang Tahun ke Mbak Titiek
Indonesia
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Kayu hanyutan akibat banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar dimanfaatkan untuk hunian sementara hingga sumber PAD. Ini strategi pemerintah pascabencana.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Indonesia
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera Butuh Waktu 3 Tahun
Untuk ketiga provinsi terdampak bencana pemerintah telah menggelontorkan hingga Rp 205 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Maret 2026
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera Butuh Waktu 3 Tahun
Indonesia
Kementerian PU Bangun 20 Blok Huntara di Aceh Tamiang, Sisanya Terus Dipercepat
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, semua pengungsi bakal masuk atau menempati rumah hunian sementara.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 25 Februari 2026
Kementerian PU Bangun 20 Blok Huntara di Aceh Tamiang, Sisanya Terus Dipercepat
Indonesia
Kondisi Terkini Warga Terdampak Banjir Sumatera, Tumpukan Kayu Masih Ganggu Akses Jalan
Di Sumatra Barat (Sumbar) saat ini sudah tak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda. Sebagian pengungsi sudah kembali ke rumahnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 19 Februari 2026
 Kondisi Terkini Warga Terdampak Banjir Sumatera, Tumpukan Kayu Masih Ganggu Akses Jalan
Indonesia
Seskab Teddy Paparkan Perkembangan Penangan Banjir Sumatera, 100 Persen Sekolah Telah Beroperasi
Seskab Teddy Paparkan Perkembangan Penangan Banjir Sumatera, 100 Persen Sekolah Telah Beroperasi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Februari 2026
Seskab Teddy Paparkan Perkembangan Penangan Banjir Sumatera, 100 Persen Sekolah Telah Beroperasi
Indonesia
Kementerian PU Bangun Huntara Modular Bagi Korban Bencana, Rampung Sebelum Ramadan
Para masyarakat terdampak bencana bisa melewati Ramadan dengan lebih nyaman dan menyambut Lebaran di tempat tinggal yang aman dan bermartabat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 11 Februari 2026
Kementerian PU Bangun Huntara Modular Bagi Korban Bencana, Rampung Sebelum Ramadan
Bagikan