Tips Mengatasi Makanan Tersangkut di Tenggorokan
Duri tersangkut di tenggorok timbulkan rasa tak nyaman. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)
MerahPutih.com – Mengonsumsi makanan terutama ikan pada sebagian orang mungkin pernah merasakan keluhan, seperti tulang yang tersangkut di tenggorokan. Kebanyakan kondisi ini terjadi ketika seseorang tersedak atau terburu-buru saat sedang menyantap makanan.
Kondisi duri ikan yang berukuran kecil dan relatif tajam bisa menimbulkan rasa sakit serta tidak nyaman pada penderitanya. Oleh sebab itu, perlunya mengetahui cara aman dan tepat untuk mengatasinya.
Dokter Umum sekaligus Healthy Educator, Kevin Mak menjelaskan karena tersangkutnya tulang ikan di tenggorokan bisa membuat iritasi, cara pertama yang dapat dilakukan yaitu makan makanan lembut.
Baca juga:
Makanan dan Minuman Ini Harus Dihindari saat Radang Tenggorokan
“Kalau ada tulang ikan atau makanan yang nyangkut di tenggorokan, yang pertama kamu bisa makan makanan yang lembut. Contohnya seperti gumpalan nasi atau mentega untuk melunakkan tulang atau makanan yang nyangkut di dalam tenggorokan,” kata dr Kevin Mak, dikutip dalam akun TikToknya @drkevinmak, Rabu (1/5).
Baca juga:
Sering Makan Ikan Dapat Memperpanjang Umur?
Cara kedua, Kevin menyarankan minum minuman bersoda. Karena dalam minuman bersoda mengandung karbondioksida sehingga dapat melunakkan makanan yang nyangkut dan meningkatkan produksi gas dalam lambung. Akhirnya, mempermudah duri ikan jatuh dan masuk ke dalam lambung.
Namun, jika kedua cara itu tetap gagal dilakukan. Cara terakhir kamu bisa segera memeriksakan kondisinya kepada dokter Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) atau Ahlinya.
Baca juga:
Duri Ikan Tesangkut di Tenggorok? Begini Cara Mengatasinya
“Dan yang ketiga kalau cara di atas semua gagal Anda bisa cek ke dokter THT, nanti bisa dimasukkan selang dengan kamera seperti ini plus menggunakan alat khusus untuk mengambil benda atau makanan yang nyangkut di tenggorokan,” ujarnya. (chn)
Bagikan
Chindy Aprilia Pratiwi
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya