Timur Tengah Jadi Primadona Pasar Ekspor Komoditas Indonesia, Dipicu Ibadah Haji dan Umrah

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 23 Mei 2025
Timur Tengah Jadi Primadona Pasar Ekspor Komoditas Indonesia, Dipicu Ibadah Haji dan Umrah

Bumbu dan rempah Indonesia jadi komoditas ekspor besar ke Timur Tengah. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — INDONESIA Diaspora SME Export Empowerment & Development (ID SEED) menyebut negara Timur Tengah merupakan captive market bagi aktivitas ekspor Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) ID SEED Tengku Irham mengatakan Timur Tengah, seperti Arab Saudi misalnya, menjadi captive market bagi Indonesia. Hal itu tak lepas dari adanya aktivitas ibadah haji dan Umrah.

Ia mengatakan, menurut pengamatannya, tidak ada tren penyusutan di sana, malah tiap tahun kuantitas komoditas merangkak naik.

Irham mengatakan contoh komoditas untuk memenuhi kebutuhan haji umrah salah satunya perbumbuan. Pada 2023, Irham menyebutkan Arab Saudi meminta kuantitas ekspor bumbu setengah jadi sekitar 76 ton, pada 2024 menjadi 80-an ton, dan pada 2025 mencapai 400 ton.

Baca juga:

ID SEED Ungkap Raw Material Menjadi Komoditas Populer di Ekspor, Bahkan ketika Pandemi COVID-19


"Jadi signifikan. Jadi lompatannya luar biasa hampir 300 persen ya," kata dia saat ditemui dalam konferensi pers UKM-IKM Trade Expo 2025, di SME Tower, Jakarta Selatan, Jumat (23/5).

Pihaknya sangat mengapresiasi upaya pemerintah melobi kerja sama dagang bilateral ini. Menurut Irham, membantu dan mengutungkan peraku trade export asal Indonesia. Makanya, kata Irham, melihat potensi ini, pihaknya yang sebentar lagi akan menggelar UKM-IKM Trade Expo 2025 pada 27-28 Mei 2025 turut menghadirkan buyer-buyer asal Timur Tengah agar bisa menemukan rekanan bisnis UKM asal Indonesia.

"Itulah kenapa acara ini nanti lebih banyak kita mengambil teman-teman ataupun buyer yang ada dari Timur Tengah, karena itu yang cukup relatable gitu ya," ujarnya.

Tak hanya itu, ia pun menjelaskan alasan Timur Tengah menjadi captive market bagi Indonesia. Menurutnya, menembus pasar dagang ekspor ke Timur Tengah lebih mudah jika dibandingkan ke Eropa.

"Kalau masuk ke Eropa masih banyak sekali persyaratannya," ucapnya.(Tka)

Baca juga:

Kemendag: Penjajakan Bisnis UMKM April 2025 Catatkan Transaksi Rp 722,76 Miliar





#UMKM #Ekspor #Komoditas Andalan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand
Berbagai produk industri hilir pertambangan juga bisa menjadi andalan Indonesia untuk diekspor ke Negeri Gajah Putih.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand
Indonesia
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Ekspor tersebut merupakan tindak lanjut komitmen bisnis ekspor salak senilai USD 2 juta selama setahun yang tercapai dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Indonesia
KUR Bikin 511.000 Pengusaha UMKM Berhasil Naik Kelas
Pemerintah mengimbau seluruh pelaku UMKM untuk memanfaatkan sisa alokasi plafon KUR yang masih terbuka lebar tahun ini untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
KUR Bikin 511.000 Pengusaha UMKM Berhasil Naik Kelas
Indonesia
Kadin Luncurkan Platfrom "We Buy From Indonesia" Perluas Produk Indonesia di Pasar Global
Melalui platform tersebut, Kadin memetakan rantai pasok produk ekspor beserta perusahaan yang terlibat agar peluang peningkatan ekspor lebih mudah diidentifikasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Kadin Luncurkan Platfrom
Indonesia
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Pemda dan pelaku UMKM terus bersinergi untuk memanfaatkan animo masyarakat yang tinggi menjelang final Piala Dunia 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Indonesia
Bunga Pinjaman Bagi Pelaku Usaha Mikro Turun Dari 22,5 Persen Jadi 8 Persen
APBN 2026 diarahkan untuk mendukung delapan agenda prioritas nasional termasuk pemberdayaan UMKM.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Bunga Pinjaman Bagi Pelaku Usaha Mikro  Turun Dari 22,5 Persen Jadi 8 Persen
Indonesia
Alogaritma Platform E-Commerce Harus Utamakan Produk UMKM Dalam Negeri
Selain mengutamakan produk lokal, Permendag Nomor 19 Tahun 2026 juga ditujukan untuk memperkuat perlindungan konsumen dalam perdagangan digital.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Alogaritma Platform E-Commerce Harus Utamakan Produk UMKM Dalam Negeri
Indonesia
UMKM Indonesia Butuh Suntikan Kredit Rp 540 Triliun
Data Sistem Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SSKI) Bank Indonesia pada 2025, total kredit perbankan mencapai Rp 8.149 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
UMKM Indonesia Butuh Suntikan Kredit Rp 540 Triliun
Indonesia
Transformasi PNM di Bawah Danantara, Perluas Pemberdayaan UMKM hingga Wilayah 3T
PNM memperluas layanan keuangan ke wilayah 3T melalui 516 unit dari total 4.035 jaringan pelayanan. Fokus pada pembiayaan dan pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Transformasi PNM di Bawah Danantara, Perluas Pemberdayaan UMKM hingga Wilayah 3T
Indonesia
Ojol Bakal Masuk Sebagai UMKM
Penyusunan regulasi tersebut ditargetkan dapat diselesaikan secepatnya agar status pelaku usaha bagi pengemudi ojol segera memiliki dasar hukum
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Ojol Bakal Masuk Sebagai UMKM
Bagikan