Timnas Basket Indonesia Butuh Big Man Naturalisasi asal Amerika Serikat

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 10 November 2017
Timnas Basket Indonesia Butuh Big Man Naturalisasi asal Amerika Serikat

Timnas Basket Indonesia. Foto: INSTAGRAM/timnasbasket

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pelatih tim nasional basket putra Fictor Roring menyebut timnas sangat membutuhkan seorang center naturalisasi asal Amerika Serikat agar bisa bersaing di level Asia.

"Tim-tim kuat Asia seperti Irak dan Korea Selatan itu juga pakai pemain naturalisasi," ujar Fictor di Jakarta, Jumat (10/11).

Selain itu, di kawasan Asia Tenggara, peraih 18 medali emas SEA Games sejak tahun 1977 Filipina juga mengandalkan "big man" asing.

Dalam pandangan Ito, sapaan akrab Fictor, tim bola basket Indonesia sulit bersaing bahkan dengan Filipina di Asia Tenggara karena kalah postur.

Kedatangan seorang "big man" dengan tubuh tinggi besar dari Amerika Serikat, yang memang "gudangnya" pemain bola basket andal, diharapkan bisa menambal kekurangan tersebut.

Ito sendiri memiliki beberapa kriteria "big man" yang diinginkannya seperti pertama, harus berusia di bawah 30 tahun.

"Karena jasanya akan dipakai dalam waktu lama," tutur dia. Ito mengharapkan center naturalisasi ini dapat diturunkan di Asian Games 2018 dan SEA Games 2019.

Kemudian, center tersebut harus memiliki tinggi badan minimal 2,05 meter dan berkemampuan mengolah bola dengan baik.

Terakhir, pemain tersebut harus benar-benar menunjukkan keinginannya menjadi warga negara Indonesia. Hal ini dianggap penting karena Indonesia menganut aturan kewarganegaraan tunggal.

"Saya tidak mau yang 'setengah-setengah'. Menaturalisasi pemain memang berat, tetapi kami akan mematuhi semua prosedur dan mencari pemain yang sesuai," ujar Ito seperti dikutip Antara.

Adapun naturalisasi pebola basket khususnya asal Amerika Serikat untuk timnas putra, khususnya di sektor "big man" yang bisa bermain sebagai center atau power forward, bukanlah sesuatu yang jarang dilakukan.

Di Eropa, ada nama center-power forward Anthony Randolph dari Amerika Serikat yang dinaturalisasi oleh timnas putra Slovenia. Di benua Asia, juga ada beberapa negara yang melakukan naturalisasi big man seperti Irak menaturalisasi Kevin Galloway, Jepang yang menaturalisasi Ira Brown, Taiwan menaturalisasi Quincy Davis dan Korea Selatan menaturalisasi Ricardo Ratliffe.

Di Asia Tenggara, negara seperti Filipina memiliki beberapa "big man" naturalisasi, seperti Andray Blatche, yang dinaturalisasi dari Amerika Serikat dan Christian Karl Standhardinger, pebola basket naturalisasi berdarah Jerman-Filipina.

Timnas putra Indonesia sendiri sejatinya memiliki dua nama pemain naturalisasi asal Amerika Serikat yang sempat dipanggil tim nasional Indonesia, yaitu Jamarr Andre Johnson dan Anthony Ray Hargrove Jr. Akan tetapi, kedua nama ini tidak masuk dalam tim inti timnas ke SEA Games XXIX 2017, Malaysia, karena dianggap kalah bersaing dengan pemain lain.

Selain itu, Indonesia juga punya seorang pemain naturalisasi lain, yaitu Ebrahim "Biboy" Enguio-Lopez asal Filipima. Namun, Biboy bukan bertipe "big man" dan lebih sering mengisi posisi guard.

#Timnas Basket Indonesia #Naturalisasi #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) Cecep Saripudin menyebut pihaknya menentang aksi Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Indonesia
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Retorika keras Gedung Putih bertujuan untuk membujuk Denmark agar menjual Greenland kepada Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Dunia
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Trump mengatakan uang hasil penjualan akan berada di bawah kendalinya dan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
 Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Dunia
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Trump mengatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya akan dikontrol oleh dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Bagikan