TikTok Kembali ke AS, Donald Trump Janji untuk Lakukan Penyelamatan

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 20 Januari 2025
  TikTok Kembali ke AS, Donald Trump Janji untuk Lakukan Penyelamatan

TikTok kembali beroperasi di AS. (foto: unsplash/oliver)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - TIKTOK sempat ditutup di AS, Minggu (19/1). Setelah 12 jam, platform berbagi video pendrk itu kembali dapat diakses banyak pengguna di AS. Hampir tanpa ada jejak bahwa aplikasi ini sempat menghilang. Kembalinya TikTok kali ini dikaitkan dengan upaya presiden terpilih Donald Trump yang berjanji akan menyelamatkan aplikasi tersebut.

“Terima kasih atas kesabaran dan dukungannya. Sebagai hasil dari upaya Presiden Trump, TikTok kembali di AS,” ujar notifikasi yang muncul saat pengguna AS membuka TikTok pada Minggu, dikutip CNN.

Perubahan drastis itu terjadi setelah TikTok tiba-tiba tidak dapat diakses pengguna di Amerika pada Sabtu malam. Ketika mencoba membuka aplikasi, mereka hanya mendapat pesan yang menyatakan bahwa TikTok sedang offline dan meminta mereka untuk ‘tetap mengikuti perkembangan’.

"Undang-undang yang melarang TikTok telah diberlakukan di AS. Sayangnya, itu berarti Anda tidak bisa menggunakan TikTok untuk sementara waktu," bunyi sebagian pesan yang ditampilkan. Aplikasi TikTok juga tidak tersedia lagi di Apple Store dan Google Play, begitu pula dengan aplikasi-aplikasi lain yang dimiliki ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di China, seperti Lemon8 dan CapCut.

Baca juga:

Dampak Berantai Penutupan TikTok di AS, Game Marvel Snap Kena 'Perangkap'



Namun, pada Minggu (19/1) pagi waktu AS, Trump mengumumkan ia akan mengeluarkan perintah eksekutif setelah pelantikannya pada Senin (20/1). Perintah eksekutif itu akan menunda penegakan hukum yang mengarah pada larangan atau divestasi TikTok. Beberapa jam setelah pengumuman itu, akses ke aplikasi dan situs TikTok mulai pulih bagi pengguna AS.

Kembalinya TikTok ini disambut positif oleh sekitar 170 juta pengguna di Amerika Serikat, banyak di antaranya yang menggunakan aplikasi ini setiap hari untuk menemukan berita, hiburan, membangun komunitas, bahkan untuk mencari nafkah. Kehadiran TikTok yang sempat terancam larangan ini memberikan angin segar setelah berbulan-bulan ketidakpastian.

Pernyataan TikTok pada Minggu siang mengungkapkan bahwa janji Trump untuk menyelamatkan aplikasi tersebut memungkinkan mereka untuk mengembalikan akses ke pengguna di AS sebelum perintah eksekutif yang diharapkan ditandatangani.

"Dengan kesepakatan bersama penyedia layanan kami, TikTok dalam proses memulihkan layanan. Kami berterima kasih kepada Presiden Trump atas klarifikasi dan jaminan yang diberikan kepada penyedia layanan kami bahwa mereka tidak akan dikenai sanksi karena menyediakan TikTok kepada lebih dari 170 juta orang Amerika dan memungkinkan lebih dari 7 juta bisnis kecil untuk berkembang," ujar pihak perusahaan dalam pernyataan mereka.

"TikTok akan bekerja dengan Presiden Trump untuk menemukan solusi jangka panjang yang menjaga TikTok tetap ada di Amerika Serikat," lanjut pernyataan itu.

CEO of TikTok Shou Chew direncanakan hadir dalam acara Make America Great Again Victory Rally di Washington, DC, pada Minggu (19/1) malam, dan akan duduk di tempat terhormat pada pelantikan Trump yang dijadwalkan pada Senin.

Namun, meski penutupan TikTok hanya berlangsung beberapa jam, masa depan jangka panjang aplikasi ini di Amerika Serikat tetap akan menghadapi tantangan besar.(dwi)

Baca juga:

TikTok Tutup di AS Jelang Biden Berhenti, Bakal Kembali Beroperasi Usai Trump Dilantik?

#TikTok #Donald Trump #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Dunia
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat AS mengaitkan lambatnya proses imigrasi tersebut disebabkan oleh prosedur peninjauan permohonan yang lebih ketat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Dunia
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
"Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
Indonesia
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Indonesia
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Amerika atau Kamis (30/7) dini hari waktu Teheran.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Dunia
Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Milik Hamas, Pasukan Kepolisian Baru Akan Amankan Gaza
Dewan Perdamaian menyatakan Hamas telah menyetujui peta jalan rinci untuk melaksanakan tahapan berikutnya dari gencatan senjata di Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Milik Hamas, Pasukan Kepolisian Baru Akan Amankan Gaza
Dunia
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Pemungutan suara tersebut merupakan tahap prosedural kedua terkait RUU tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Indonesia
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengupayakan berakhirnya konflik sejak 28 Februari namun berakhir tanpa tindak lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
Bagikan