Tiga Astronaut Tiongkok Pulang ke Bumi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 19 April 2022
Tiga Astronaut Tiongkok Pulang ke Bumi

Mereka bertiga mendarat di bumi dengan selamat. (Foto: Unsplash/Brian Mcgowan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIGA astronaut Tiongkok yang dikenal sebagai taikonauts sudah kembali dari angkasa luar pada 16 April 2022. Mereka menghabiskan waktu selama enam bulan di stasiun angkasa luar Tiangong milik Tiongkok yang belum rampung. Perjalanan mereka sekaligus menjadi misi awak kedua Tiongkok ke Tiangong dan yang terpanjang sejauh ini.

Mengutip Space.com, Pesawat angkasa luar Shenzhou 13 yang mereka gunakan mendarat di gurun Mongolia pukul 09:56 waktu setempat pada Sabtu pagi, setelah berangkat dari modul inti stasiun ruang angkasa Tianhe sekitar sembilan jam sebelumnya.

Baca Juga:

‘The Science of Fictions’ Ceritakan Pendaratan Astronaut di Yogyakarta

Para kru melakukan lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di gurun Gobi pada Oktober tahun lalu dan menghabiskan total 183 hari di Tiangong.

Mereka mendarat di gurun Mongolia. (Foto: Unsplash/Bolatbek Gabiden)

Misi ini bukan hanya yang terpanjang di Tiongkok, tetapi taikonaut Wang Yaping membuat sejarah sebagai perempuan Tiongkok pertama yang mengunjungi stasiun angkasa luar. Tak hanya itu, ia juga menjadi perempuan Tiongkok pertama yang melakukan spacewalk.

Wang didampingi oleh Ye Guangfu dan komandan Zhai Zhigang. Ketiganya melakukan total dua spacewalk, melakukan berbagai tes di sekitar stasiun, serta mengadakan dua kelas kuliah langsung untuk siswa yang menonton dari Bumi.

Baca Juga:

Radiasi Ancam Rencana Pemukiman Astronaut di Bulan

Shenzhou 13 adalah bagian dari 11 misi yang direncanakan Tiongkok untuk menyelesaikan pembangunan stasiun angkasa luar Tiangong. Tiongkok pertama kali meluncurkan modul Tianhe pada April 2021, dan kemudian mengirim tiga taikonaut untuk menghidupkan stasiun angkasa luar tersebut.

Misi untuk menghidupkan stasiun angkasa luar. (Foto: Unsplash/Andy Holmes)

Sementara itu, kru Shenzhou 14 akan berangkat ke stasiun angkasa luar sekitar Juni 2022. Tiongkok berencana menyelesaikan stasiun pada akhir tahun, yang akan mencakup peluncuran dua modul tambahan.

Menetap selama enam bulan di stasiun angkasa luar agaknya memang terasa lama. Tetapi sebenarnya itu adalah kerangka waktu yang khas untuk misi ke Stasiun angkasa luar Internasional.

Sementara itu, Astronaut NASA Mark Van de Hei, yang baru saja kembali ke Bumi pada Maret 2022, saat ini memegang rekor tinggal terlama berturut-turut di angkasa luar, yakni 355 hari. (ref)

Baca Juga:

SpaceX Terbangkan Empat Astronaut ke ISS

#Astronaut #Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
ShowBiz
Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Studi yang dipublikasikan di Journal of Epidemiology & Community Health ini menyebut popularitas mempersingkat usia hingga 4,6 tahun.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
 Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Indonesia
Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Sains, Presiden Brasil Harap Bisa Untungkan 2 Negara
Brasil dan Indonesia sepakat bekerja sama di bidang ekonomi dan sains. Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, berharap kerja sama ini bisa menguntungkan dua negara.
Soffi Amira - Kamis, 23 Oktober 2025
Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Sains, Presiden Brasil Harap Bisa Untungkan 2 Negara
Dunia
Ilmuwan Peneliti Material Baru Terima Hadiah Nobel Kimia, Temuannya Dapat Bantu Selamatkan Planet
Penemuan mereka berpotensi mengatasi beberapa masalah terbesar di planet ini, termasuk menangkap karbon dioksida untuk membantu mengatasi perubahan iklim dan mengurangi polusi plastik melalui pendekatan kimia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Oktober 2025
 Ilmuwan Peneliti Material Baru Terima Hadiah Nobel Kimia, Temuannya Dapat Bantu Selamatkan Planet
Dunia
Tiga Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika, Berjasa dalam Komputasi Kuantum
Membuka jalan bagi lahirnya generasi baru komputer superkuat.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
Tiga Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika, Berjasa dalam Komputasi Kuantum
Lifestyle
Kayak Manusia, Kucing Juga Bisa Kena Demensia
Temuan ini akan membantu ilmuwan mencari pengobatan baru bagi manusia.
Dwi Astarini - Jumat, 15 Agustus 2025
Kayak Manusia, Kucing Juga Bisa Kena Demensia
Lifestyle
Populasi Serangga Terancam Alterasi Pola El Nino yang Dipicu Perubahan Iklim
Artropoda disebut menjadi sumber makanan penting bagi burung dan hewan yang lebih besar.??
Dwi Astarini - Kamis, 07 Agustus 2025
Populasi Serangga Terancam Alterasi Pola El Nino yang Dipicu Perubahan Iklim
Bagikan