Kesehatan

Tidak Dicabut, Gigi Gingsul Bisa Timbulkan Efek

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 08 Februari 2021
Tidak Dicabut, Gigi Gingsul Bisa Timbulkan Efek

Gigi gingsul harus dicabut ketika sudah mengganggu kesehatan. (Foto_ Pixabay_ geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGIAN orang mengharapkan memiliki gigi gingsul karena dianggap memiliki daya tarik tersendiri. Sebenarnya gigi gingsul merupakan gigi taring yang telat tumbuh. Jarak tumbuh antara gigi taring susu dan permanen memang memerlukan waktu lama jika dibandingkan dengan gigi permanen lainnya. Itulah mengapa di fase pergantian itu jatah tempat gigi taring permanen seringkali diambil alih oleh gigi-gigi yang lain.

Seperti dilansir Labbefamilyortho.com, tidak hanya gingsul, gigi lain yang tumbuh tidak pada tempatnya berisiko mengganggu kondisi kesehatan. Ukuran rahang setiap orang berbeda. Itulah yang membuat kondisi gigi gingsul seringkali terjadi. Jika gigi gingsul dibiarkan begitu saja, ada beberapa efek yang akan terjadi.

BACA JUGA:

Si Pahit Pare Ternyata Miliki Segudang Manfaat

1. Radang gusi

gigi
Menyebabkan radang gusi hingga terjadi pendarahan dan infeksi. (Foto: Pixabay_ 2396521)

Gigi yang tumbuh tidak pada tempatnya akan merusak sruktur gusi. Jika gigi itu dibiarkan lebih lama, kamu akan mengalami peradangan gusi. Pembengkakan yang terjadi di area gusi pada akhirnya akan menyebabkan pendarahan dan infeksi. Prosedur pencabutan gigi gingsul harus dilakukan jika sudah mengalami infeksi parah.

2. Sarang bakteri

bakteri
Bakteri mudah bersarang pada sela gigi gingsul. (Foto: Pixabay_ qimono)

Pada dasarnya, terdapat berbagai bakteri yang tinggal di rongga mulut manusia. Satu-satunya cara mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut adalah dengan menyikat gigi setiap hari dan menggunakan cairan pencuci mulut. Kondisi gigi gingsul yang saling menumpuk dengan gigi lain akan membuat kotoran makanan sulit dijangkau oleh sikat gigi.

3. Sakit kepala

pusing
Gingsul dapat menyebabkan sakit kepala. (Foto: Pixabay_ Peggy_Marco)

Keluhan sakit gigi seringkali dibarengi dengan sakit kepala. Secara anatomi, terdapat berbagai saraf di dalam gusi yang terhubung ke organ vital manusia. Itulah sebabnya kesehatan gigi perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kesehatan organ vital lainnya. Gigi gingsul yang tumbuh tidak pada tempatnya berisiko membuatmu mengalami sakit kepala karena terganggunya organ saraf di dalam gusi.(mar)

#Kesehatan #Kesehatan Mulut
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Gigi berlubang hingga mencapai saraf belum tentu harus dicabut. drg. Yulita Bong, menjelaskan pilihan perawatan dan kondisi yang menentukan pencabutan gigi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 November 2026
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan