PERTUNJUKAN terlama dalam sejarah Broadway, The Phantom of the Opera, resmi tutup tirai setelah lebih dari 35 tahun hadir di tengah para penikmat teater musikal, Minggu (16/4) waktu setempat.
Sejak dibuka di Broadway pada Januari 1988, Phantom of The Opera telah ditampilkan sebanyak hampir 14.000 pertunjukan di hadapan lebih dari 20 juta penonton, dan meraup pendapatan lebih dari USD 1,3 miliar.
Diperkirakan sekitar 6.500 orang telah dipekerjakan oleh produksi, termasuk lebih dari 400 aktor, ratusan pemain orkestra, dan kru untuk menampilkan pertunjukan musikal ini.
Baca juga:
Pertunjukan Teater 'My Neighbor Totoro' Raih Enam Piala Olivier Awards
"Saya mendapat pertunjukan itu seumur hidup saya. Tidak ada cara lain untuk menggambarkannya," kata Richard Poole yang telah menjadi anggota ansambel dan memainkan peran kecil selama hampir 25 tahun pada NPR.
"Phantom of The Opera telah memberi saya kemampuan untuk memiliki secara finansial," kata Poole. "Pertunjukan ini juga memberi struktur disiplin dalam hidup saya, dan secara konstan mempertahankan keahlian saya," lanjutnya.
Berlatarkan Perancis pada abad ke-19, tepatnya di Garnier Opera House, Phantom of the Opera bercerita tentang seorang lelaki jenius yang sangat berbakat, hanya saja ia terlahir dengan wajah yang tak sempurna. Sang pria jatuh cinta pada seorang penyanyi sopran muda, Christine, yang rupanya mencintai seorang bangsawan yang gagah.
Baca juga:
Gedung Opera Garnier Palais Bakal Tersedia di Airbnb untuk Satu Malam
"Saya sangat tertarik untuk menulis sesuatu yang megandung rasa romansa tinggi pada saat itu,” ujar Lloyd Webber, penulis dari The Phantom of The Opera pada 2013 dalam peringatan 25 tahun pertunjukan tersebut di Broadway.
"Saya pikir daya tarik yang bertahan lama adalah karena sangat romantis dan karena penonton masuk ke dalamnya," sambung Webber dalam kesempatan yang sama.
Rupanya, alasan dari ditutupnya pertunjukan ini tak lain dengan berkurangnya pemasukan dari kehadiran penonton.
Hal ini juga diperparah dengan pandemi Covid-19 yang sempat berlangsung selama beberapa tahun, menjadikan perubahan gaya hidup konsumen, dan angka turis internasional dan pengunjung kota yang tidak signifikan. (Dsh)
Baca juga:

