MERAHPUTIH.COM - PERTUNJUKAN drama musikal Mar kembali lagi ke panggung pertunjukan di Ciputra Artpreneur, Jakarta Pusat, pada 15-17 Mei 2026. Pertunjukan kedua drama musikal besutan Artswara ini kembali setelah sukses di pertunjukan pertamanya pada tahun lalu. Kini, Mar membawa terobosan ide yang lebih interaktif secara visual hingga audio.
Produser Eksekutif Mar Maera Panigoro mengatakan memilih konsep panggung berputar 360 derajat untuk menawarkan hal baru di pertunjukan tahun ini. Ia menyebut gagasan panggung 360 derajat ini merupakan inisiasi dari penata artistik Mar, Iskandar Loedin.
Menurut Maera, pemilihan set cerita yang bisa berputar ini bukan hanya menambah keindahan visual panggung, melainkan juga meninggalkan kesan dramatis yang lebih mengalir.
"Tapi mungkin lebih dramatis saja. Segala sesuatunya menjadi lebih smooth perpindahan-perpindahan setnya menjadi lebih enak saja dilihat," katanya.
Tak cuma itu Maera menilai bahwa pertunjukan Mar memiliki perpindahan babak yang lebih cepat, dengan kehadiran panggung 360 derajat, para tim di balik layar bisa bekerja efisien dan atmosfer dinamika emosi yang sedang berlangsung di panggung bisa dirasakan penonton tanpa distrupsi. "Lebih cepat juga perputarannya jadinya," kata dia.
Baca juga:
Pertunjukan Musikal Klasik 'Mar' Hadir kembali, Lebih Imersif Bawakan Aransemen Lagu Ismail Marzuki
Konsep panjang 360 derajat memang bukan hal baru di pertunjukan musikal. Namun, keberadaan konsep panggung 360 derajat ini menjadi komitmen artistik yang legit.
Mar dalam produksi kedua ini menggandeng studio arsitektur Paniisan Studio Arsitektur. Dalam panggung 360 derajat Mar, menampilkan latar rumah sakit dan di baliknya latar warung Ambu tempat para prajurit kerap berkumpul.
Secara teknik, panggung-panggung tersebut juga bertranformasi menjadi peremputan kekuasaan sekaligus kamp pengungsian.
Sinopsis 'Mar'
Kisah Mar menceritakan sosok Nin Aryati yang mengenang kehidupan mudanya saat menjadi bagian pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kenangan itu membawanya ke masa awal perkenalan dengan sosok Marzuki, seorang pejuang dan juga kekasihnya. Kilas kisah tentang cinta yang besar, mencintai Tanah Air dan Mar saat gejolak perang di Bandung Lautan Api tahun 1946.
Peran utamanya pertunjukan ini ialah Gabriel Harvianto yang memerankan Sersan Mayor Marzuki, dan perawat Ariyati diperankan Gallaby. Lalu ada pemeran lainnya Bimazeno sebagai Kopral Jono, Taufan Purbo sebagai Kopral Parta, Chandra Satria sebagai Ambu, Made Aurellia sebagai Neneng, Witrie Diana P sebagai Ning, Sita Nursanti sebagai Nin (Ariyati tua), Gizka Aulia sebagai Mara (cucu Ariyati).(tka)
Baca juga:
Drama Musikal Mar: Perjalanan Cinta yang Kuat antara Prajurit dan Perawat