Merahputih.com - Para pemeran mementaskan teater musikal bertajuk "Senja Teduh Pelita' adaptasi lagu MALIQ and D'Essentials dalam konfereni pers di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Indonesia Kaya berkolaborasi dengan Jakarta Movin menghadirkan pertunjukan musikal terbaru bertajuk "Senja Teduh Pelita", yang diadaptasi dari lagu-lagu grup musik Maliq & D'Essentials. Pertunjukan ini akan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada 3–12 Juli 2026.
Sutradara musikal sekaligus pendiri Jakarta Movin, Nuya Susantono, mengatakan kolaborasi dengan Maliq & D'Essentials merupakan bagian dari upaya menjadikan teater musikal sebagai bagian dari budaya pop Indonesia.
Menurutnya, Jakarta Movin sejak awal berkomitmen menghadirkan pertunjukan yang dekat dengan masyarakat dan dapat menjadi pintu masuk bagi penonton yang baru mengenal teater musikal.
"Selama ini budaya pop identik dengan musik dan film. Kami ingin menonton teater, khususnya musikal, juga menjadi bagian dari budaya pop Indonesia," ujar Nuya dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Rabu (3/6/2026).
Dalam pementasan ini, sekitar 20 lagu Maliq & D'Essentials akan diadaptasi ke dalam format musikal. Pertunjukan juga melibatkan sejumlah talenta muda yang telah terpilih melalui proses audisi.
"Senja Teduh Pelita" mengangkat tema petualangan, lingkungan, dan harapan di tengah dunia pasca-apokaliptik. Kisahnya mengikuti sekelompok anak yang berusaha mencari orang tua mereka yang hilang setelah dunia dilanda peperangan, krisis sumber daya alam, kerusakan lingkungan, dan keserakahan manusia.
Dua tokoh utama, Arah versi laki-laki yang diperankan Alf Elijah Sigarlaki dan Arah versi perempuan yang diperankan Daria Laksmi Algamar, memimpin perjalanan tersebut.
Dalam petualangan mereka, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, mulai dari membaca bintang, bercocok tanam, menghasilkan listrik, menentukan arah, hingga memahami bahasa binatang.
Pencarian tersebut membawa mereka menemukan sebuah wilayah yang masih lestari dan kaya sumber daya alam bernama Teluk Pelita. Di tempat inilah mereka berupaya membangun kembali harapan dan menciptakan dunia yang lebih baik untuk masa depan. (Foto: MP/Didik Setiawan).