Musikal 'Senja Teduh Pelita' Resmi Pentas, Angkat Kisah Fiksi Ilmiah dengan Lagu-lagu MALIQ & D'Essentials

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 22 menit lalu
Musikal 'Senja Teduh Pelita' Resmi Pentas, Angkat Kisah Fiksi Ilmiah dengan Lagu-lagu MALIQ & D'Essentials

Musikal Senja Teduh Pelita digelar.. (Foto: dok/jakarta movin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MUSIKAL Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pementasan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, yang berlangsung pada 3–12 Juli 2026. Pertunjukan musikal orisinal hasil kolaborasi Indonesia Kaya, Jakarta Movin, dan MALIQ & D'Essentials ini menghadirkan kisah fiksi ilmiah yang mengangkat tema harapan, keberlangsungan hidup, serta hubungan manusia dengan alam di tengah dunia yang telah mengalami kehancuran.

Cerita membawa penonton ke masa depan ketika bumi berada di ambang kehancuran akibat krisis iklim, eksploitasi sumber daya yang tidak berkelanjutan, pandemi, hingga konflik antarnegara. Berbagai bencana tersebut menyebabkan populasi manusia menyusut drastis, sedangkan tanah yang subur dan air bersih menjadi sumber daya yang sangat langka. Dalam situasi tersebut, seluruh orang dewasa tiba-tiba menghilang dan menyisakan sembilan anak untuk menghadapi dunia yang telah mereka wariskan.

Di tengah kondisi penuh ketidakpastian, Arah, yang diperankan secara bergantian oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar, membentuk Pasukan Pelita, kelompok yang terdiri dari anak-anak dengan kemampuan berbeda yang saling melengkapi. Bersama Kala (Xandrea Tabythaputri dan Clioichi Junio Eigo), Volta (Sahlendra Syarief), Langit (Mavisha Reakana), Hara (Emily Olivia), Palu (Nayaka Maleakhi), Raga (Nadindra Gynta), Binbin (J Rizhan), dan Lagu (Annabella Farizky), mereka memulai perjalanan untuk bertahan hidup sekaligus mencari keberadaan orang tua mereka yang misterius menghilang.

Baca juga:

Musikal 'Senja Teduh Pelita' Angkat Harapan Generasi Terakhir Bumi Lewat Lagu-Lagu MALIQ & D’Essentials



Dalam pencarian tersebut, Pasukan Pelita menemukan sebuah teluk yang masih asri dan belum tersentuh kerusakan. Tempat itu kemudian mereka beri nama Teluk Pelita, yang menjadi simbol harapan baru di tengah dunia yang porak-poranda. Namun, keberadaan teluk tersebut menghadirkan dilema besar: melanjutkan pencarian orang-orang yang mereka cintai atau menetap dan membangun kehidupan baru di tempat yang aman. Seiring perjalanan, mereka menyadari bahwa ancaman terbesar bagi masa depan bukan hanya kerusakan alam, melainkan juga sifat serakah yang dapat muncul dalam diri manusia.

Produser sekaligus sutradara Musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono, menjelaskan bahwa dunia yang dihadirkan dalam pertunjukan ini lahir dari inspirasi atas karya-karya MALIQ & D'Essentials yang kaya makna dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Kisah yang terjadi di Musikal Senja Teduh Pelita merupakan sebuah universe yang lahir dari inspirasi atas kejeniusan bunyi dan aksara khas MALIQ & D’Essentials yang indah, dekat, dan penuh refleksi atas hidup yang kita jalani. Bahwa di dalam diri kita ada cinta besarnya Arah yang akan melakukan apapun untuk orang yang disayanginya. Dalam diri kita pula ada Kala, yang berani berpikir kritis akan apa itu benar dan salah. Kita semua ialah Pasukan Pelita yang terus bertahan dan berjuang merawat kehidupan," kata Nuya.

Sebagai bagian dari pengalaman pementasan, sekitar 20 lagu MALIQ & D'Essentials dihadirkan untuk mengiringi perjalanan emosional para karakter. Sejumlah lagu seperti Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga beberapa karya dari album terbaru Begini Begitu diinterpretasikan ke dalam alur cerita, memperkuat emosi sekaligus menjadi jembatan antara musik dan narasi yang disajikan di atas panggung.(Far)



Baca juga:

Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Senja Teduh Pelita, Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials

#Pentas Seni #Maliq & D'Essentials #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Musikal 'Senja Teduh Pelita' Resmi Pentas, Angkat Kisah Fiksi Ilmiah dengan Lagu-lagu MALIQ & D'Essentials
Membawa penonton ke masa depan ketika bumi berada di ambang kehancuran akibat krisis iklim, eksploitasi sumber daya yang tidak berkelanjutan, pandemi, hingga konflik antarnegara.
Dwi Astarini - 1 jam, 22 menit lalu
Musikal 'Senja Teduh Pelita' Resmi Pentas, Angkat Kisah Fiksi Ilmiah dengan Lagu-lagu MALIQ & D'Essentials
ShowBiz
FILM. Resmi Rilis Album Debut 'Manuskrip', Hidupkan Kembali Nostalgia Pop-Rock Era 2000-an
Melalui album ini, mereka menyampaikan pesan bahwa meski alur hidup tampak sudah digariskan, manusia tetap memegang kendali untuk memaknainya.
Dwi Astarini - 1 jam, 48 menit lalu
FILM. Resmi Rilis Album Debut 'Manuskrip', Hidupkan Kembali Nostalgia Pop-Rock Era 2000-an
ShowBiz
UNGU Siapkan Konser Terbesar Sepanjang Karier untuk Rayakan 30 Tahun Berkarya
Dalam rangka merayakan 30 tahun berkarya, UNGU akan menggelar konser bertajuk 'UNGU – Waktu Yang Dinanti: Final Chapter (30 Tahun Berkarya)'.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
UNGU Siapkan Konser Terbesar Sepanjang Karier untuk Rayakan 30 Tahun Berkarya
ShowBiz
Aku Jeje Rilis 'Ceritanya Jatuh Cinta', Lagu Tentang Berani Mencintai Lagi Setelah Patah Hati
Aku Jeje merilis single terbaru 'Ceritanya Jatuh Cinta', lagu ini mengajak pendengar merayakan proses pulih dari patah hati dan berani membuka hati kembali.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Aku Jeje Rilis 'Ceritanya Jatuh Cinta', Lagu Tentang Berani Mencintai Lagi Setelah Patah Hati
Olahraga
Ketika Lagu 'Wonderwall' Oasis Jadi Anthem Suporter Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Wonderwall milik Oasis kembali bergema sepanjang Piala Dunia 2026. Simak alasan lagu legendaris ini menjadi anthem baru Timnas Inggris dan begitu dicintai para suporter.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Ketika Lagu 'Wonderwall' Oasis Jadi Anthem Suporter Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
ShowBiz
Orkes Nunung CS Rilis Single 'Ketemu', Ketika Lupa Menaruh Barang Dibuat Jadi Lagu Unik
Orkes Nunung CS merilis single 'Ketemu' yang terinspirasi dari fenomena lupa menaruh barang. Lagu ini akan masuk dalam album ketiga Data Hilang Rekam Ulang.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Orkes Nunung CS Rilis Single 'Ketemu', Ketika Lupa Menaruh Barang Dibuat Jadi Lagu Unik
ShowBiz
DNA Resmi Rilis Album Debut 'OURORA;', Sajikan 18 Lagu dengan Eksplorasi Lintas Genre
DNA resmi merilis album debut OURORA; yang berisi 18 lagu berdurasi hampir dua jam. Album ini memadukan Indo Bounce, techno, trap, drum and bass hingga future house.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
DNA Resmi Rilis Album Debut 'OURORA;', Sajikan 18 Lagu dengan Eksplorasi Lintas Genre
ShowBiz
Good Morning Everyone Angkat Realita yang Banyak Dialami Pasangan di Single 'Salah'
Good Morning Everyone merilis single "Salah" sebagai pembuka EP Kalah. Lagu ini mengangkat kisah seseorang yang terus dianggap bersalah dalam hubungan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Good Morning Everyone Angkat Realita yang Banyak Dialami Pasangan di Single 'Salah'
ShowBiz
Samosir Music International 2026 Angkat Budaya dan Perkuat Pariwisata Danau Toba
Samosir Music International 2026 digelar 2–4 Juli di Danau Toba dengan musik, budaya, SMI Run, UMKM, serta penampilan Lyodra dan musisi internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Samosir Music International 2026 Angkat Budaya dan Perkuat Pariwisata Danau Toba
ShowBiz
WRONGLIFE Debut Lewat EP 'False Majority', Suarakan Kritik Sosial dan Isu Lingkungan
Lewat 'False Majority', mereka menyoroti bagaimana kebijakan yang lahir dari segelintir pihak kerap membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
WRONGLIFE Debut Lewat EP 'False Majority', Suarakan Kritik Sosial dan Isu Lingkungan
Bagikan