Musikal 'Senja Teduh Pelita' Resmi Pentas, Angkat Kisah Fiksi Ilmiah dengan Lagu-lagu MALIQ & D'Essentials

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
Musikal 'Senja Teduh Pelita' Resmi Pentas, Angkat Kisah Fiksi Ilmiah dengan Lagu-lagu MALIQ & D'Essentials

Musikal Senja Teduh Pelita digelar.. (Foto: dok/jakarta movin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MUSIKAL Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pementasan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, yang berlangsung pada 3–12 Juli 2026. Pertunjukan musikal orisinal hasil kolaborasi Indonesia Kaya, Jakarta Movin, dan MALIQ & D'Essentials ini menghadirkan kisah fiksi ilmiah yang mengangkat tema harapan, keberlangsungan hidup, serta hubungan manusia dengan alam di tengah dunia yang telah mengalami kehancuran.

Cerita membawa penonton ke masa depan ketika bumi berada di ambang kehancuran akibat krisis iklim, eksploitasi sumber daya yang tidak berkelanjutan, pandemi, hingga konflik antarnegara. Berbagai bencana tersebut menyebabkan populasi manusia menyusut drastis, sedangkan tanah yang subur dan air bersih menjadi sumber daya yang sangat langka. Dalam situasi tersebut, seluruh orang dewasa tiba-tiba menghilang dan menyisakan sembilan anak untuk menghadapi dunia yang telah mereka wariskan.

Di tengah kondisi penuh ketidakpastian, Arah, yang diperankan secara bergantian oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar, membentuk Pasukan Pelita, kelompok yang terdiri dari anak-anak dengan kemampuan berbeda yang saling melengkapi. Bersama Kala (Xandrea Tabythaputri dan Clioichi Junio Eigo), Volta (Sahlendra Syarief), Langit (Mavisha Reakana), Hara (Emily Olivia), Palu (Nayaka Maleakhi), Raga (Nadindra Gynta), Binbin (J Rizhan), dan Lagu (Annabella Farizky), mereka memulai perjalanan untuk bertahan hidup sekaligus mencari keberadaan orang tua mereka yang misterius menghilang.

Baca juga:

Musikal 'Senja Teduh Pelita' Angkat Harapan Generasi Terakhir Bumi Lewat Lagu-Lagu MALIQ & D’Essentials



Dalam pencarian tersebut, Pasukan Pelita menemukan sebuah teluk yang masih asri dan belum tersentuh kerusakan. Tempat itu kemudian mereka beri nama Teluk Pelita, yang menjadi simbol harapan baru di tengah dunia yang porak-poranda. Namun, keberadaan teluk tersebut menghadirkan dilema besar: melanjutkan pencarian orang-orang yang mereka cintai atau menetap dan membangun kehidupan baru di tempat yang aman. Seiring perjalanan, mereka menyadari bahwa ancaman terbesar bagi masa depan bukan hanya kerusakan alam, melainkan juga sifat serakah yang dapat muncul dalam diri manusia.

Produser sekaligus sutradara Musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono, menjelaskan bahwa dunia yang dihadirkan dalam pertunjukan ini lahir dari inspirasi atas karya-karya MALIQ & D'Essentials yang kaya makna dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Kisah yang terjadi di Musikal Senja Teduh Pelita merupakan sebuah universe yang lahir dari inspirasi atas kejeniusan bunyi dan aksara khas MALIQ & D’Essentials yang indah, dekat, dan penuh refleksi atas hidup yang kita jalani. Bahwa di dalam diri kita ada cinta besarnya Arah yang akan melakukan apapun untuk orang yang disayanginya. Dalam diri kita pula ada Kala, yang berani berpikir kritis akan apa itu benar dan salah. Kita semua ialah Pasukan Pelita yang terus bertahan dan berjuang merawat kehidupan," kata Nuya.

Sebagai bagian dari pengalaman pementasan, sekitar 20 lagu MALIQ & D'Essentials dihadirkan untuk mengiringi perjalanan emosional para karakter. Sejumlah lagu seperti Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga beberapa karya dari album terbaru Begini Begitu diinterpretasikan ke dalam alur cerita, memperkuat emosi sekaligus menjadi jembatan antara musik dan narasi yang disajikan di atas panggung.(Far)



Baca juga:

Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Senja Teduh Pelita, Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials

#Pentas Seni #Maliq & D'Essentials #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Rex Orange County Bawa Kenangan Masa Kecil dalam 'Grandma Song', Cerita tentang Kehilangan hingga Kerinduan
Rex Orange County kembali dengan 'Grandma Song', lagu dalam album Dream Fatigue yang membawa cerita tentang kerinduan, kehilangan, dan kenangan masa kecil.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Rex Orange County Bawa Kenangan Masa Kecil dalam 'Grandma Song', Cerita tentang Kehilangan hingga Kerinduan
ShowBiz
Rizky Febian Hadirkan Single 'Adu Pandang', Ketika Benih Cinta Tumbuh dari Saling Tatap
Rizky Febian merilis single “Adu Pandang” pada 25 September 2026. Lagu romantis ini mengisahkan benih cinta yang tumbuh dari saling tatap.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Rizky Febian Hadirkan Single 'Adu Pandang', Ketika Benih Cinta Tumbuh dari Saling Tatap
ShowBiz
Hammersonic 2027 Kasih Clue Band Bertopeng, Nama Sleep Token hingga Slipknot Jadi Spekulasi
Hammersonic 2027 akan digelar 22–23 Mei di Jakarta dengan tema 'The Awakening'. Clue band bertopeng dari Ravel Junardy memicu spekulasi penampil.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Hammersonic 2027 Kasih Clue Band Bertopeng, Nama Sleep Token hingga Slipknot Jadi Spekulasi
ShowBiz
Polemik Juicy Luicy Batal Tampil di Batam Berakhir, Seluruh Fee Manggung Dikembalikan
Polemik batalnya Juicy Luicy tampil di XYZ Liveground 2026 Batam berakhir. Penyelenggara memastikan seluruh fee telah dikembalikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Juicy Luicy Batal Tampil di Batam Berakhir, Seluruh Fee Manggung Dikembalikan
ShowBiz
Stevan Pasaribu Gandeng Andi Rianto, Ungkap Sisi Lain Sebuah Hubungan lewat Single 'Siapa yang Tahan'
Stevan Pasaribu menggandeng Andi Rianto dan Kamga dalam lagu “Siapa yang Tahan”, yang mengangkat kisah hubungan penuh luka dan batas kesabaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Stevan Pasaribu Gandeng Andi Rianto, Ungkap Sisi Lain Sebuah Hubungan lewat Single 'Siapa yang Tahan'
ShowBiz
Lirik dan Makna Lagu 'Out of Time' The Weeknd tentang Hubungan yang Kian Menjauh
Makna lagu Out of Time The Weeknd mengisahkan penyesalan karena terlambat menyadari kesalahan dalam mempertahankan sebuah hubungan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Lirik dan Makna Lagu 'Out of Time' The Weeknd tentang Hubungan yang Kian Menjauh
ShowBiz
Float Bicara tentang Luka, Kecemasan, dan Kekuatan untuk Bangkit di Lagu 'Yang Kembali Pulih'
Float merilis EP 'Constant Changes' bersama single 'Yang Kembali Pulih' yang membawa pesan tentang luka, keraguan, dan keberanian untuk bangkit.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Float Bicara tentang Luka, Kecemasan, dan Kekuatan untuk Bangkit di Lagu 'Yang Kembali Pulih'
ShowBiz
KickFlip Rilis Single 'Puzzle Piece', Lirik Lagunya Bicara tentang Proses Menemukan Jati Diri
KickFlip merilis 'Puzzle Piece' sebagai pembuka mini album KICK OFF THE WALL Pt. 1. Lagu ini mengangkat kecemasan, jati diri, dan ketidaksempurnaan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
KickFlip Rilis Single 'Puzzle Piece', Lirik Lagunya Bicara tentang Proses Menemukan Jati Diri
ShowBiz
Ada Kesepian hingga Keputusasaan, Ini Makna Lagu 'Dreams Come True' Park Eun Bin
Park Eun Bin merayakan 30 tahun perjalanan debut lewat album spesial. Lagu 'Dreams Come True' mengisahkan perjuangan mengejar dan mewujudkan impian.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Ada Kesepian hingga Keputusasaan, Ini Makna Lagu 'Dreams Come True' Park Eun Bin
ShowBiz
Rendy Orthodoxy Chants Terjemahkan Kegelisahan Lewat 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago'
Rendy Orthodoxy Chants menghadirkan dua sisi berbeda di 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago', ledakan amarah hingga kegelisahan menghadapi ketidakpastian.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Rendy Orthodoxy Chants Terjemahkan Kegelisahan Lewat 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago'
Bagikan