MERAHPUTIH.COM - BAND pop-rock alternatif asal Jakarta, FILM., resmi menandai langkah awal mereka di industri musik Indonesia dengan merilis album perdana bertajuk Manuskrip pada 3 Juli 2026. Band yang digawangi Pandu Priyanto (vokal), Johanes Abi (gitar), Anandya Kurniawan (bass), dan Dimas Poncodiwiryo (drum) ini sudah meluncurkan karya terbaru mereka di berbagai platform musik digital.
Melalui 12 trek (termasuk intro), Manuskrip hadir bagaikan sebuah naskah kehidupan yang saling berkesinambungan. Musik FILM. kental dengan nuansa nostalgia pop-rock alternatif khas pertengahan tahun 2000-an, tapi tetap dibalut dengan aransemen yang modern. Album ini mengangkat tema seputar takdir, kehampaan, harapan, hingga perpisahan, yang dikemas secara natural agar terasa dekat dengan keseharian pendengar.
Baca juga:
The Changcuters Rilis Album Baru 'WOW MA', Kembali ke Jalur Indie Setelah 5 Tahun
Pemilihan nama album ini sengaja diselaraskan dengan identitas FILM. sebagai grup musik yang gemar berkisah. Melalui album ini, mereka menyampaikan pesan bahwa meski alur hidup tampak sudah digariskan, manusia tetap memegang kendali untuk memaknainya.
Gagasan inilah yang menjadi benang merah album Manuskrip, sebuah pertemuan antara takdir dan kehendak, antara apa yang telah tertulis dan apa yang masih terus dituliskan hingga lembaran akhir.
Wawan, FILM.
Sebagai pendatang baru, FILM. merampungkan album ini menjadi ruang bagi para personel untuk menyatukan visi, menyelaraskan karakter suara, serta memahami gaya bermusik satu sama lain.
“Dari proses pengerjaan Manuskrip gua jadi bisa mengerti dan nyambung ke cara pandang setiap member terhadap instrument & sound, komposisi & lirik, serta mood & karakter yang diincar seperti apa. Proses ini seperti perjalanan bagi kami karena jadinya belajar untuk kompromi di segala aspek produksi demi menghasilkan karya yang maksimal di setiap lagu yang kami kerjakan,” terang Dimas.
Kehadiran FILM. seolah mengobati kerinduan masyarakat terhadap era kejayaan musik pop Indonesia yang dulu sering menghiasi layar kaca seperti di MTV, Dahsyat, atau Inbox. Lewat Manuskrip, mereka ingin merangkul generasi lama sekaligus memperkenalkan keindahan musik pop era tersebut kepada pendengar baru.
“Gue berharap lagu-lagu di Manuskrip bisa menjadi gateway buat kawula muda untuk menyukai lagu-lagu pop Indonesia dan terus melekat di ingatan mereka sampai tua nanti, sama seperti musik-musik era 2000-an yang masih membekas untuk kami,” pungkas Pandu.(Far)
Baca juga:
Lirik Lagu 'My Way' Tentang Cemburu dan Orang Ketiga di Album Baru Olivia Rodrigo