Musikal 'Senja Teduh Pelita' Angkat Harapan Generasi Terakhir Bumi Lewat Lagu-Lagu MALIQ & D’Essentials

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Musikal 'Senja Teduh Pelita' Angkat Harapan Generasi Terakhir Bumi Lewat Lagu-Lagu MALIQ & D’Essentials

MALIQ & D'Essentials gelar musikal teater. (foto: dok/galeri indonesia kaya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sebuah dunia masa depan yang rusak akibat ulah manusia dan krisis berkepanjangan menjadi latar utama dalam Musikal Senja Teduh Pelita, produksi terbaru Jakarta Movin yang berkolaborasi dengan MALIQ & D’Essentials serta didukung Indonesia Kaya.

Pertunjukan ini akan digelar pada 3–12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Cerita Senja Teduh Pelita akan membawa penonton ke sebuah masa ketika bumi berada dalam kondisi yang semakin tidak seimbang hingga peradaban perlahan mengalami kehancuran.

Dalam situasi tersebut, seluruh orang dewasa tiba-tiba menghilang dan hanya menyisakan anak-anak sebagai generasi terakhir yang harus melanjutkan kehidupan.

Tanpa arahan maupun perlindungan, mereka dituntut bertahan hidup sekaligus menciptakan dunia yang lebih baik dibandingkan warisan yang ditinggalkan generasi sebelumnya.

Gagasan mengenai harapan, keberanian, dan kesempatan kedua bagi bumi menjadi pesan utama yang diangkat dalam pertunjukan musikal ini.

Baca juga:

Wajah Baru Indonesia Kaya Konsiten Usung Budaya Indonesia dengan Konsep Kekinian

Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, menilai kolaborasi ini menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk terlibat dan berkembang di dunia seni pertunjukan.

Kami bangga dapat mendukung karya yang lahir dari kolektif seni pertunjukan yang secara konsisten membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat, belajar, dan berkarya. Upaya seperti ini sangat penting untuk mendorong semakin banyak talenta muda berpartisipasi dalam dunia seni pertunjukan,

Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel.

Adaptasi Lagu-Lagu MALIQ & D’Essentials

Mengusung genre fiksi ilmiah futuristik, Musikal Senja Teduh Pelita mengadaptasi lagu-lagu MALIQ & D’Essentials ke dalam sebuah pertunjukan yang memadukan musik, teater, serta refleksi mengenai masa depan bumi.

Cerita yang disajikan menyoroti perjuangan generasi muda menghadapi dunia di ambang kehancuran, sembari menjaga harapan dan keberanian untuk membangun kehidupan baru.

Lagu-lagu MALIQ & D’Essentials yang telah menemani berbagai generasi selama lebih dari dua dekade menjadi fondasi utama dalam pertunjukan ini.

Sebanyak 20 lagu dipilih dan dirangkai menjadi bagian dari alur cerita. Termasuk di antaranya Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga sejumlah karya dari album terbaru Begini Begitu.

Setiap lagu berperan dalam membangun emosi, konflik, dan perkembangan karakter sepanjang pertunjukan.

Baca juga:

Drama Musikal 'Mar' Comeback, Hadirkan Panggung 360 Derajat Visualisasi Ciamik Bandung Lautan Api

Proyek ini juga menjadi langkah awal dalam pengembangan kekayaan intelektual kreatif yang bersumber dari katalog lagu-lagu MALIQ & D’Essentials.

Bersama Jakarta Movin, karya-karya tersebut diharapkan dapat terus berkembang dalam berbagai format baru sekaligus menjangkau penonton dari lintas generasi.

Bawa Pesan Pelestarian Lingkungan

Selain menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga, Musikal Senja Teduh Pelita juga mengusung pesan bahwa masa depan bumi berada di tangan generasi masa kini.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, penyelenggara turut menggandeng lembaga pengelolaan sampah untuk menghadirkan aksi nyata yang mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Baca juga:

Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Senja Teduh Pelita, Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials

Antusiasme publik terhadap pertunjukan ini terbilang tinggi. Tiket Presale BCA 1 dan Presale BCA 2 dilaporkan habis terjual hanya dalam hitungan hari.

Tingginya minat penonton mendorong penyelenggara memperpanjang masa pementasan yang semula dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Juli 2026.

Kini, Musikal Senja Teduh Pelita akan dipentaskan selama sepuluh hari, mulai 3 hingga 12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. (Far)

#Maliq & D'Essentials #Pertunjukan Musikal #Indonesia Kaya
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

ShowBiz
Musikal 'Senja Teduh Pelita' Angkat Harapan Generasi Terakhir Bumi Lewat Lagu-Lagu MALIQ & D’Essentials
Jakarta Movin dan MALIQ & D’Essentials menghadirkan Musikal Senja Teduh Pelita, kisah futuristik tentang generasi terakhir yang berjuang menyelamatkan masa depan bumi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Musikal 'Senja Teduh Pelita' Angkat Harapan Generasi Terakhir Bumi Lewat Lagu-Lagu MALIQ & D’Essentials
Berita Foto
Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Senja Teduh Pelita, Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials
Para pemeran mementaskan teater musikal bertajuk "Senja Teduh Pelita' adaptasi lagu MALIQ and D'Essentials dalam konfereni pers di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 03 Juni 2026
Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Senja Teduh Pelita, Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials
ShowBiz
Drama Musikal 'Mar' Comeback, Hadirkan Panggung 360 Derajat Visualisasi Ciamik Bandung Lautan Api
Pertunjukan drama musikal Mar kembali lagi ke panggung pertunjukan di Ciputra Artpreneur, Jakarta Pusat, pada 15-17 Mei 2026.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 Mei 2026
Drama Musikal 'Mar' Comeback, Hadirkan Panggung 360 Derajat Visualisasi Ciamik Bandung Lautan Api
ShowBiz
Pertunjukan Musikal Klasik 'Mar' Hadir kembali, Lebih Imersif Bawakan Aransemen Lagu Ismail Marzuki
'Mar' telah meraih pengakuan industri dengan memenangi kategori Album Musikal Terbaik dan Aransemen Vokal Terbaik di AMI Awards 2025.
Dwi Astarini - Selasa, 05 Mei 2026
Pertunjukan Musikal Klasik 'Mar' Hadir kembali, Lebih Imersif Bawakan Aransemen Lagu Ismail Marzuki
ShowBiz
Bukan Sekadar Pertunjukan Nostalgia, 'Vintage Sounds' Hadirkan Big Band hingga Lukis Pasir dalam Satu Panggung
Vintage Sounds di Ciputra Artpreneur hadirkan live variety show spektakuler: Big Band, hip-hop, akrobatik, hingga tribute Titiek Puspa.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 20 Februari 2026
Bukan Sekadar Pertunjukan Nostalgia, 'Vintage Sounds' Hadirkan Big Band hingga Lukis Pasir dalam Satu Panggung
ShowBiz
Pertunjukan 'Vintage Sounds' akan Satukan Maera, Iwa K, dan Galabby di Satu Panggung
ArtSwara menghadirkan pertunjukan Live Variety Show “Vintage Sounds” pada 17 Februari 2026, menghadirkan Maera, Iwa K, Galabby, dan Vina Candrawati.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
Pertunjukan 'Vintage Sounds' akan Satukan Maera, Iwa K, dan Galabby di Satu Panggung
ShowBiz
ArtSwara Hadirkan 'Vintage Sounds', Live Variety Show Musik Pop Era 80-90's
ArtSwara akan menggelar pertunjukan 'Vintage Sounds' pada 17 Februari 2026, hadirkan musik pop Indonesia era 80–90's dengan aransemen baru dari Tohpati.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
ArtSwara Hadirkan 'Vintage Sounds', Live Variety Show Musik Pop Era 80-90's
Berita Foto
Jelang Pementasan Musikal Perahu Kertas Usung Tema Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi
Penyanyi Eunike Elisaveta melantunkan lagu Perahu Kertas jelang pementasan Musikal Perahu Kertas di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 19 November 2025
Jelang Pementasan Musikal Perahu Kertas Usung Tema Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi
ShowBiz
Festival Musikal Indonesia Kembali Digelar di 2025: Perpaduan Musik, Tari, dan Budaya Nusantara
Festival Musikal Indonesia 2025 hadir di TIM 14 - 16 November. Membawa perpaduan seni musik, tari, dan teater musikal dari berbagai daerah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 November 2025
Festival Musikal Indonesia Kembali Digelar di 2025: Perpaduan Musik, Tari, dan Budaya Nusantara
ShowBiz
Festival Musikal Indonesia 2025: Kreativitas Komunitas Seni Nusantara dalam Satu Panggung
FMI 2025 menjadi ruang kolaboratif bagi seniman serta komunitas musikal dari berbagai daerah untuk menampilkan karya yang memadukan unsur budaya lokal dengan sentuhan musikal modern.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Oktober 2025
Festival Musikal Indonesia 2025: Kreativitas Komunitas Seni Nusantara dalam Satu Panggung
Bagikan