MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi III DPR RI Hasbiallah Ilyas mengingatkan jajaran kepolisian agar serius dan konsisten dalam menangani kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan oknum internal. Ia menegaskan perintah pelaksanaan tes urine serentak bagi seluruh personel Polri di Indonesia tidak boleh sekadar menjadi gimmick atau formalitas belaka. Menurutnya, langkah tersebut harus benar-benar dilandasi semangat menjaga muruah dan integritas institusi kepolisian.
“Tes urine jangan hanya jadi simbol atau pencitraan. Ini harus menjadi bagian dari komitmen nyata membersihkan internal. Kalau aparatnya sendiri terlibat praktik haram narkoba, lalu masyarakat mau percaya kepada siapa?” tegas Hasbi di Jakarta, Selasa (24/2).
Pernyataan ini merespons instruksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang memerintahkan tes urine serentak di seluruh jajaran Polri. Instruksi tersebut dikeluarkan setelah adanya oknum anggota, termasuk perwira menengah, yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika.
Baca juga:
Terseret Kasus Narkoba, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Berpotensi Dipecat dari Polri
Hasbi menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas pimpinan Polri. Meski begitu, ia menekankan implementasi di lapangan harus transparan dan disertai pengawasan ketat. Ia juga mendorong agar sanksi terhadap anggota yang terbukti terlibat tidak pandang bulu.
“Penegakan hukum harus tegas, terbuka, dan tanpa kompromi. Ini penting untuk memulihkan dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ujarnya.
Komisi III DPR, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar reformasi internal kepolisian berjalan konsisten dan tidak berhenti pada instruksi semata.(Pon)
Baca juga:
Komisi III DPR Soroti Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima, Desak Hukuman Maksimal

