MerahPutih.com - Polisi membongkar praktik home industry (industri rumahan) yang memproduksi narkotika jenis Etomidate di kawasan perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Pada penggerebekan tersebut, seorang warga negara (WN) Singapura berinisial LHM (34) ditangkap petugas.
Operasi bersama antara Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta dan Bea Cukai Bandara Soetta Tangerang ini berhasil mengamankan ribuan unit cartridge pods siap edar.
Baca juga:
Polres Jakbar Bongkar Laboratorium Narkoba di Semarang, Produksi 1,1 Juta Pil Karisoprodol
Polisi Sita Mini Lab dalam Kasus Narkoba di PIK
Selain itu, petugas juga menyita perlengkapan produksi yang didesain menyerupai laboratorium mini (mini lab).
Tersangka LHM diketahui memiliki peran krusial sebagai peracik produk narkotika tersebut.
kata Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Wisnu Wardana, Sabtu (18/7)
Pengungkapan kasus ini bermula dari kejelian petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta yang berhasil menggagalkan penyelundupan paket kiriman berisi dua botol bahan baku Etomidate cair dengan berat 2.200 gram asal Malaysia.
Berdasarkan temuan tersebut, petugas gabungan langsung melakukan pengembangan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengendus lokasi rumah produksi di kawasan PIK.
Baca juga:
Belasan Kasus Narkoba Terbongkar dalam Sebulan di Jakarta Pusat, 35 Ribu Orang Terselamatkan
"Di TKP perumahan tersebut, kami menemukan ribuan cartridge yang sudah siap untuk dilakukan produksi secara massal," ujarnya.
Aktivitas industri rumahan ilegal ini diketahui baru saja beroperasi dan mulai memasukkan cairan narkoba ke dalam wadah cartridge pada Kamis (16/7).
Berdasarkan kalkulasi petugas, dari dua liter bahan baku Etomidate yang disita, tersangka mampu memproduksi sekitar 2.000 unit cartridge pods vape siap edar.
Polisi masih melakukan pendalaman intensif guna memastikan sudah berapa lama praktik ilegal jaringan internasional ini berjalan dan berapa banyak barang haram yang telah lolos beredar di masyarakat.
"Kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut di lapangan," tutur Wisnu. (knu)

