Teruskan Kebijakan Ahok, Anies Umrahkan 100 Marbot Masjid

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 10 November 2018
Teruskan Kebijakan Ahok, Anies Umrahkan 100 Marbot Masjid

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melepas 100 marbot di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (9/11). Foto: Facebook/Anies baswedan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta memberangkatkan 100 orang marbot masjid di wilayah Jakarta untuk melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Pemberangkatan 100 marbot ini dalam rangka merealisasikan program marbot umrah tahap I tahun 2018. Kegiatan ini juga meneruskan kebijakan mantan gubernur Ahok yang juga memberangkatkan marbot masjid ke Arab Saudi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melepas 100 marbot di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (9/11). Foto: Facebook/Anies baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan selain menambah ilmu dan pengetahuan agama, para marbot ini diharapkan semakin meningkatkan keimanan dan lebih siap dalam memberikan pelayanan, baik pelayanan keagamaan maupun pelayanan ibadah kepada jemaah masjid.

"Teman-teman marbot akan berangkat ke Tanah Suci. Manfaatkan betul perjalanan ini untuk sepenuhnya ibadah," kata Anies saat melepas 100 marbot di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini berharap saat berada di rumah Allah SWT, jadikan kesempatan ini menjadi sarana untuk juga mempelajari mengenai pengelolaan masjid yang baik. Ia juga mengingatkan para marbot saling dukung dan memfasilitasi satu sama lain selama berada di sana.

"Nanti kalau ada kesempatan terutama saat di Makkah, Madinah, datang juga ke masjid sekitar sana. Lihat bagaimana cara masjidnya diatur. Masjid-masjid kecil lainnya bisa datangi juga, bisa lihat, ‘begini caranya mereka mengatur’. Ini (juga) menjadi kesempatan untuk kita meningkatkan pengelolaan masjid-masjid kita," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, ketua panitia pimpinan pilayah DMI DKI Jakarta, Ma’mun Al Ayyubi, memaparkan bahwa program marbot umrah tahap I tahun 2018 rencananya pada 11 November 2018 akan memberangkatkan sebanyak 100 orang marbot dan 5 pendamping dari seluruh.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melepas 100 marbot di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (9/11). Foto: Facebook/Anies baswedan

Kemudian, menyusul Desember 2018, sebanyak 167 orang Marbot dengan pendamping lima orang. Para marbot masjid yang berkesempatan untuk berangkat umrah, proses penyeleksiannya dimulai dari tingkat kecamatan, antara lain seleksi administrasi.

"Para marbot masjid di seluruh wilayah Jakarta sejauh ini memperoleh insentif sebesar 1,2 juta rupiah per tahun dari Pemprov DKI Jakarta," kata Ma’mun. (Asp)

#Gubernur DKI Jakarta #Anies Baswedan #Perjalanan Umrah Ke Mekkah #Marbot
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
LRT Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus, Gubernur Pramono: Nilai Investasi Mencapai Rp 12,5 Triliun
Rute LRT Velodrome-Manggarai ini akan diperpanjang hingga Dukuh Atas.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
LRT Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus, Gubernur Pramono: Nilai Investasi Mencapai Rp 12,5 Triliun
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Kini Memiliki Wajah Baru yang Nyaman
Jalan Rasuna Said kini menjadi ikon baru yang lebih rapi dan tertata, nyaman bagi kendaraan, pengguna transportasi umum, pejalan kaki, hingga penyandang disabilitas.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Gubernur Pramono Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Kini Memiliki Wajah Baru yang Nyaman
Indonesia
Pramono Ungkap RW Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, Tapi Masih Tersisa 211 Titik
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap jumlah RW kumuh di Jakarta turun 52,58% sejak 2017. Masih ada 211 RW kumuh yang jadi fokus penanganan Pemprov DKI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Pramono Ungkap RW Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, Tapi Masih Tersisa 211 Titik
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Gubernur Pramono Serukan Pembersihan Masal Ikan Sapu-sapu, Bukan Hanya di Jakarta Pusat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menginstruksikan jajaran untuk melakukan pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh wilayah Ibu Kota.
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Gubernur Pramono Serukan Pembersihan Masal Ikan Sapu-sapu, Bukan Hanya di Jakarta Pusat
Indonesia
ASN Jakarta Pakai Mobil Dinas ke Puncak, Pramono Anung: Sudah Ditegur
ASN DKI Jakarta kedapatan menggunakan mobil dinas di Puncak Bogor. Pramono Anung menegaskan tidak ada toleransi, BPAD beri teguran dan lakukan evaluasi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 April 2026
ASN Jakarta Pakai Mobil Dinas ke Puncak, Pramono Anung: Sudah Ditegur
Indonesia
Gubernur Pramono Dukung Rencana Presiden Prabowo Bangun Hunian Layak bagi Warga Bantaran Rel di Senen
Menurut Pramono, keberadaan warga yang tinggal di fasilitas umum, termasuk di pinggir rel maupun tempat pemakaman umum (TPU), menjadi persoalan lama di Jakarta.
Frengky Aruan - Sabtu, 28 Maret 2026
Gubernur Pramono Dukung Rencana Presiden Prabowo Bangun Hunian Layak bagi Warga Bantaran Rel di Senen
Indonesia
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Pramono hanya mengingatkan pendatang harus punya kesiapan diri yang bagus dan kemampuan untuk bekerja.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka bagi Siapa Pun Pendatang dengan Catatan
“Jadi bagi siapapun warga negara Indonesia yang mau datang ke Jakarta, Jakarta terbuka, tetapi Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja itu harus dengan kapasitas, kapabilitas, atau yang menjadi kebutuhan,” kata Pramono.
Frengky Aruan - Rabu, 25 Maret 2026
Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka bagi Siapa Pun Pendatang dengan Catatan
Bagikan