Teroris Tusuk Anggota Polri di Bandung, Pelaku Diduga Anggota JAD
Densus 88 Antiteror (MP/Win)
MerahPutih.com - Tiga anggota polisi diserang oleh teroris di Bandung, Jawa Barat. Ketiganya adalah Bripka Penpen Hanafiah, Bripda Krisna, dan Bharatu Danang.
Akibat dari serangan tersebut, Bripka Penpen Hanafiah terkena luka tusuk bagian perut sebelah kanan, Bripda Krisna luka tusuk bagian perut kiri dan Bharatu Danang terluka di bagian paha sebelah kanan.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan para terduga teroris berasal dari kelompok jaringan Ansharut Daulah (JAD).
"(Mereka) Jaringan JAD dengan amir (pemimpin) berinisial A (Jawa Barat dan Jawa Timur) yang terkoneksi dengan JAD Sibolga Abu Hamzah (AH)," kata Dedi di kantornya, Jumar (5/4
Namun, dia belum merinci jumlah kelompok pelaku lantaran hingga kini masih dalam pemeriksaan intensif.
BACA JUGA
Oknum Wasit PSSI Pelaku Pengaturan Skor Bakal Duduk di Kursi Pesakitan
Yusril Tak Mungkin Bohong Soal Keraguan Rizieq Terhadap Keislaman Prabowo
Survei Indikator: Ada Sejumlah Suara Partai Koalisi 01 Dukung Prabowo-Sandi
Dedi tapi memastikan tindak terorisme yang dilakukan kelompok itu tak terkait dengan Pemilihan Umum 2019 (Pemilu), tapi murni aksi terorisme yang menyasar aparatur kepolisian yang tengah bertugas sebagai target sasaran.
"Yang jelas kejadian ini tidak ada kaitan Pemilu, karena ini adalah kejahatan extraordinary dengan sasaran polisi," ungkap Dedi.
Mereka terluka saat menyergap terduga teroris berinisial SHS di Cibungur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Saat ini, keempat anggota tersebut masih dalam perawatan. (Knu)
Bagikan
Berita Terkait
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Menko Yusril Sebut Pengadilan Militer AS Akan Adili Hambali Bulan Depan
4 Teroris Ditangkap di Sumut dan Sumbar, Diduga Sebarkan Paham Radikal hingga Dukung ISIS
785 Korban Terorisme Telah Terima Kompensasi Dari Negara, Tertinggi Rp 250 Juta
ASN Kemenag Jadi Tersangka NII, Wamenag Minta Densus 88 Tidak Gegabah Beri Label Teroris
Terungkap, Penghubung Teroris dengan Penyedia Dana dan Logistik Selama Ini Bersembunyi di Bogor
BNPT Beberkan 4 Sistem Deteksi Dini Cegah Terorisme di 2026