Teror ke Influencer Harus Diusut Tuntas, Jangan Buru-buru Salahkan Pemerintah, Minta Menteri HAM Natalius Pigai
Serangan Molotov di rumah influencer DJ Dony.(foto: media sosial)
MerahPutih.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meminta aparat kepolisian mengusut tuntas teror yang dialami sejumlah influencer usai menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana banjir di wilayah Sumatera beberapa waktu lalu.
Pigai menegaskan bahwa setiap dugaan teror harus disikapi secara serius melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Terkait maraknya teror yang menimpa influencer, saya minta kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar diketahui apa motif dan siapa pelakunya,” kata Pigai dalam keterangan tertulis, Minggu (4/1).
Pigai menyatakan, kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang harus dijamin, termasuk bagi influencer yang menyuarakan kritik di ruang publik.
Politisi Partai Gerindra ini mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pendapat, namun mengingatkan bahwa kritik tidak boleh bergeser menjadi serangan personal terhadap individu maupun institusi.
Menurut Pigai, dalam iklim demokrasi saat ini, kebebasan berekspresi sering kali berlangsung tanpa “protokol lalu lintas” yang jelas. Kondisi tersebut, kata dia, membuat negara tidak bisa serta-merta membatasi kebebasan berpendapat, tetapi tetap harus memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum dan HAM.
Baca juga:
“Namun kita juga harus waspada, karena ada pihak-pihak yang memanfaatkan narasi tertentu untuk kepentingan pribadi, termasuk menaikkan popularitas dengan cara menyerang kehormatan orang lain,” ujarnya.
Pigai juga mengingatkan para influencer agar tidak tergesa-gesa menyimpulkan atau menyalahkan pemerintah terkait teror yang dialami, mengingat hingga kini belum ada pihak yang terbukti bertanggung jawab. Ia meminta masyarakat tetap rasional dan objektif dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
Terkait penanganan bencana banjir, Pigai menyebut pemerintah telah menjalankan dua tahap, yakni tanggap darurat dan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari pemulihan wilayah terdampak. Ia mencontohkan kehadiran Presiden yang secara rutin mengunjungi daerah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sebelumnya, aktivis lingkungan Iqbal Damanik serta sejumlah influencer, seperti DJ Donny, Sherly Annavita, dan Virdian, mengaku menerima pesan ancaman bernada intimidatif. DJ Donny bahkan mengalami teror fisik ke rumahnya, mulai dari pengiriman bangkai ayam hingga pelemparan bom molotov.
Donny telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan STTLP/B/9545/XII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Menteri Pigai Jamin Krisis Venezuela Beres Kalau Indonesia Jadi Ketua Dewan HAM PBB
Teror ke Influencer Harus Diusut Tuntas, Jangan Buru-buru Salahkan Pemerintah, Minta Menteri HAM Natalius Pigai
PDIP Sebut Teror terhadap Aktivis dan Kreator Konten Cerminan Kemunduran Kualitas Demokrasi di Indonesia
Amnesty International: Rentetan Teror terhadap Aktivis Ancam Kebebasan Berpendapat
Teror terhadap Influencer dan Aktivis, Bentuk Pembungkaman Kritis Ternyata masih Lazim di Indonesia
Rumah DJ Donny Dilempari Bom Molotov, Teror Berlanjut Usai Ancaman Bangkai Ayam
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Polisi Buru Dalang di Balik 'Kamila Hamdi' yang Bikin Warga Depok Geger
Indonesia Kutuk Penembakan di i Pantai Bondi Sydney, KJRI Minta WNI Waspada
Polisi Temukan Video Mesum di Ponsel Bonnie Blue Tapi Bukan Dibuat di Bali