Ternyata Tahi Lalat Bisa Dihilangkan
Berbagai perdebatan tentang tahi lalat untuk penampilan masih dibicarakan. (Foto: Unsplash/Matthew)
BEBERAPA orang menanggap bila tahi lalat menjadi pemanis wajah. Namun adapula yang justru ingin menghilangkan bintik kecil berwarna cokelat atau kehitaman tersebut. Menurut pakar bidang estetika dan antipenuaan dari Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia dr Cynthia Jayanto M. Biomed (AAM) menuturkan bila tahi lalat memang bisa dihilangkan tetapi tidak wajib kecuali ada indikasi tanda keganasan.
“Kalau tahi lalat wajib diangkat, kalau dia tahi lalat ada indikasi atau tanda-tanda keganasan biasanya perlu pemeriksaan dermatoskop,” ucap Cynthia seperti dikutip dari Antara pada Sabtu (23/9).
Baca juga:
Tahi Lalat Berbulu Berpotensi Jadi Obat Kebotakan
Lebih lanjut, Cynthia mengungkapkan tanda keganasan seperti kanker kulit bisa kasat mata antara lain munculnya bercak kemerahan pada kulit. Bercak ini juga seringkali membuat kulit lebih kering dan bersisik, serta diiringi dengan rasa gatal yang bisa membuat kulit mengelupas atau berdarah jika digaruk.
Namun apabila tak ada keganasan, sebenarnya keberadaan tahi lalat tak membahayakan kesehatan, hanya saja keberadaannya terutama bila berukuran relatif besar dapat membuat seseorang tidak percaya diri sehingga memilih menghilangkannya.
Cynthia mengatakan persentase yang datang ke kliniknya didominasi kaum hawa dengan kasus tahi lalat berusia 18-40 tahun dan memiliki alasan estetika, yaitu tahi lalat menganggu penampilan mereka.
Tahi lalat dan tanda lahir yang lebar mencolok di wajah bisa dihilangkan melalui perawatan laser picosecond dan elektrokauter (pembedahan) yang biasa tersedia di klinik kecantikan. Baginya perawatan laser picosecond relative cepat dan nyaman dengan waktu pemulihan dibandingkan metode pembedahan.
Baca juga:
Kenali Arti Tahi Lalat di Tempat-tempat Tertentu
Namun, sebaiknya ia juga menyarankan sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menghilangkan tahu lalat atau tanda lahirnya. Bukan hanya memastikan kondisi area tahi lalat atau tanda lahir yang ingin dihilangkan, tetapi juga memastikan perawatan yang cocok dari setiap keluhan.
“Karena ada beberapa case, terutama untuk keluhan tahi lalat, jika tahi lalatnya bentuknya besar dan tumbuh menonjol lebih baik treatment-nya dengan metode pembedahan,” lanjutnya.
Selain itu, tahi lalat yang bisa ditangani dengan laser picosecond umumnya berbeda jenisnya. Pasien dengan keluhan tahi lalat ditambah kondisi menebal di atas permukaan kulit bisa dengan metode elektrocauter atau pembedahan, agar hasil potongan lebih rapih meski berisiko bisa terjadi bekas scar atau bekas luka. (far)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya