Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Terkait Kasus UPS, Satu Absen dari Lima Orang yang Dipanggil Polda

Aang SunadjiAang Sunadji - Rabu, 18 Maret 2015
Terkait Kasus UPS, Satu Absen dari Lima Orang yang Dipanggil Polda

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul saat konferensi pers beberapa waktu lalu. (Foto: MerahPutih/Bertolomeus Papu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan- Lima orang dipanggil Polda Metro Jaya dalam kasus UPS. Sedangkan seorang absen.

Hal itulah yang dikatakan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul. Menurutnya, sesuai rencana pihaknya akan memanggil lima orang saksi terkait kasus UPS. Namun yang datang dari lima orang tersebut hanya empat orang yang memenuhi panggilan tersebut. Seorang absen.

"Hari ini ada lima orang yang diperiksa di Polda. Namun yang hadir dan memenuhi panggilan baru empat orang, yang satu orang tidak ada keterangan terkait alasannya yang tidak hadir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul, saat dihubungi merahputih.com melalui via sms, Jakarta Selatan, Rabu (18/3). (Baca: 130 Saksi UPS akan Dipanggil Polda Metro Jaya)

Martinus menjelaskan, bahwa sampai saat ini pihak Polda belum menetapkan tersangka terkait kasus UPS ini. Karena pihak Polda masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari 130 orang yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Martinus sangat menyayangkan panggilan terhadap seorang saksi yang tidak datang tersebut. Menurutnya, saksi tersebut tidak komitmen. Padahal pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan untuk dimintai keterangan. (Baca: 15 Saksi Diperiksa Kasus UPS)

Hal inilah yang membuat Polda Metro Jaya menjadi kalangkabut. Nantinya akan berakibat pada penentuan dan penetapan tersangka dalam kasus UPS.

"Ini sudah memboroskan waktu saya dalam menetapkan nantinya siapa yang akan menjadi tersangka. Padahal di sini negara sudah dirugikan sejumlah Rp 12,1 triliun. (gms).

#Dana Siluman #Polda Metro Jaya #Kasus UPS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Aang Sunadji

Coffee is a life
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Ternyata Bukan Cuma PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Semua Masih Ditelaah
Selain PWI, MIO Indonesia juga melaporkan dugaan penghinaan profesi wartawan yang dilakukan Hotman Paris. Polisi masih verifikasi berkas dan barang bukti.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Ternyata Bukan Cuma PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Semua Masih Ditelaah
Indonesia
Laporan PWI Diterima, Polda Pastikan Proses Hukum Hotman Paris Transparan
Polda Metro Jaya menerima laporan PWI terhadap Hotman Paris atas dugaan penghinaan profesi wartawan. Polisi pastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Laporan PWI Diterima, Polda Pastikan Proses Hukum Hotman Paris Transparan
Indonesia
Marak Penipuan Penyidikan Online, Polda Metro Jaya: Jangan Panik, Abaikan Instruksi!
Polda Metro Jaya imbau masyarakat waspada modus penipuan penyidikan online via Google Meet. Polisi tegaskan tidak pernah lakukan pemeriksaan virtual.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
Marak Penipuan Penyidikan Online, Polda Metro Jaya: Jangan Panik, Abaikan Instruksi!
Indonesia
Tes Barbuk 74 Kg Emas dan USD Kasus Eks Jampidsus Hasilnya Asli, SGD Masih Konfirmasi
Tim Gabungan Polri dan Polda Metro Jaya menyerahkan barang bukti kasus eks Jampidsus ke Kejagung. Hasil uji menunjukkan emas 74 kg dan USD asli, sementara konfirmasi dolar Singapura masih menunggu.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
Tes Barbuk 74 Kg Emas dan USD Kasus Eks Jampidsus Hasilnya Asli, SGD Masih Konfirmasi
Indonesia
Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung, Barang Bukti 74 Kg Emas dan Uang Rp 536 Miliar Ikut Diserahkan
Polisi melimpahkan Don Ritto ke Kejagung. Barang bukti 74 kg emas dan uang Rp 536 miliar ikut diserahkan.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung, Barang Bukti 74 Kg Emas dan Uang Rp 536 Miliar Ikut Diserahkan
Indonesia
Polri Gandeng FBI dan Secret Service AS Usut Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Polisi menggandeng FBI dan Secret Service AS untuk mengusut kasus korupsi Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Polri Gandeng FBI dan Secret Service AS Usut Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Indonesia
Pelaku Teror Bom SDN 15 Srengseng Sawah Ditangkap, Polisi Dalami Motif dan Keterlibatan Pihak Lain
Polisi menangkap MY (34), pria yang diduga mengirim ancaman bom ke SDN 15 Srengseng Sawah, Jagakarsa. Pelaku mengaku melakukan aksi tersebut karena iseng.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Pelaku Teror Bom SDN 15 Srengseng Sawah Ditangkap, Polisi Dalami Motif dan Keterlibatan Pihak Lain
Indonesia
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Warga agar tidak turut menyebarkan informasi yang belum dapat diverifikasi kebenarannya guna mencegah timbulnya keresahan di ruang publik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Indonesia
Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto ke Luar Negeri
Pencegahan dilakukan berdasarkan permohonan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melalui surat tertanggal 11 Juli 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 Juli 2026
Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto ke Luar Negeri
Indonesia
Barang Bukti Penggeledahan Kasus Korupsi dan TPPU Dapat Pengamanan Khusus dari Polisi
Barang bukti itu didapat dari penggeledahan di sejumlah tempat sejak Rabu (10/6).
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Barang Bukti Penggeledahan Kasus Korupsi dan TPPU Dapat Pengamanan Khusus dari Polisi
Bagikan