Headline

Terjawab Kenapa Satelit Senilai Rp 449 Miliar Milik Rusia Meledak

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 28 Desember 2017
Terjawab Kenapa Satelit Senilai Rp 449 Miliar Milik Rusia Meledak

Pesawat luar angkasa Souyz-2 dengan satelit Meteor-M meluncur dari kosmodrom Vostochny, Tsiolkovsky di wilayah Amur, Rusia (ANTARA FOTO/REUTERS/Shamil Zhumatov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kegagalan peluncuran satelit luar angkasa milik Rusia sebulan yang lalu, masih menyisakan misteri. Satelit senilai Rp 449,5 miliar itu meledak di atmosfer.

Setelah kurang lebih satu bulan melakukan analisis terhadap kegagalan tersebut, otoritas Rusia mendapat alasan yang benar-benar diluar dugaan. Pemerintah Rusia semakin gusar setelah mengetahui bahwa kegagalan itu dipicu kesalahan manusia atau human error.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Wakil Perdana Menteri Rusia Dimitry Rogozin menyatakan kegagalan peluncuran satelit bernilai ratusan miliar rupiah itu lantaran kesalahan pemograman.

Badan antariksa Rusia "Roscosmos" pada bulan lalu mengatakan kehilangan kontak dengan satelit cuaca, yang baru diluncurkan, Meteor-M, setelah meledak dari "kosmodrom" atau tempat peluncuran baru Vostochny Rusia di Timur Jauh.

Delapan belas satelit lebih kecil milik perusahaan riset, ilmiah dan niaga dari Rusia, Norwegia, Swedia, AS, Jepang, Kanada dan Jerman, berada di roket tersebut.

Saat berbicara kepada saluran televisi pemerintah Rossiya 24, Rogozin mengatakan kegagalan tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.

Roket yang membawa satelit tersebut telah diprogram dengan koordinat yang salah, katanya, mengatakan bahwa roket tersebut telah diberi bantalan untuk terbang dari "kosmodrom" yang berbeda -Baikonur- yang disewa Moskow dari Kazakhstan.

"Roket tersebut benar-benar diprogram seolah-olah lepas landas dari Baikonur," ujar Rogozin sebagaimana dilansir Antara, Kamis (28/12).

"Mereka tidak mendapatkan koordinat yang tepat," kata Rogozin di Moskow, Rabu (27/12).

Landasan pacu antariksa Vostochny, terletak di hutan taiga yang lebat di Wilayah Amur, merupakan situs peluncuran roket sipil pertama di Rusia.

Pada April tahun lalu, setelah beberapa kali penundaan dan menghabiskan biaya besar, Rusia meluncurkan roket pertamanya dari Vostochny. Akibat kesalahan teknis terpaksa peluncuran ditunda dan yang lebih memalukan lagi, hal itu terjadi dihadapan Presiden Vladimir Putin.(*)

#Satelit #Rusia #Roket Antariksa
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Tim Indonesia Borong Emas di Kejuaraan Dunia Olimpiade Biologi 2026 Rusia, Cetak Sejarah Baru
Delegasi Indonesia meraih total enam medali individu, terdiri atas 1 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Tim Indonesia Borong Emas di Kejuaraan Dunia Olimpiade Biologi 2026 Rusia, Cetak Sejarah Baru
Indonesia
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Indonesia
Sudah Deal, Rusia Janji Tetap Kirim Minyak ke RI di Tengah Sanksi Uni Eropa
Rusia menegaskan tetap memasok minyak ke Indonesia sesuai perjanjian meski menghadapi sanksi Uni Eropa.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Sudah Deal, Rusia Janji Tetap Kirim Minyak ke RI di Tengah Sanksi Uni Eropa
Indonesia
Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, Rusia Tetap Siap Kirim Minyak ke Indonesia
Rusia tetap dalam kondisi baik, meski telah menghadapi sanksi dari Uni Eropa selama lebih dari 10 tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, Rusia Tetap Siap Kirim Minyak ke Indonesia
Dunia
Rusia dan Ukraina Umumkan Gencatan Masing Masing Selama 2 Hari di Waktu Berbeda
Angkatan bersenjata Rusia akan menjalankan semua langkah yang diperlukan demi memastikan keamanan saat perayaan Hari Kemenangan di Moskow.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Rusia dan Ukraina Umumkan Gencatan Masing Masing Selama 2 Hari di Waktu Berbeda
Indonesia
Rusia Sebut Jerman Bersiap Lakukan Konfrontasi Militer, Sudah Sediakan Drone ke Ukraina
setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina akan menjadi target sah bagi Rusia. Kremlin menyebut pasokan senjata Barat ke Ukraina menghambat perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 April 2026
Rusia Sebut Jerman Bersiap Lakukan Konfrontasi Militer, Sudah Sediakan Drone ke Ukraina
Tekno
Your Name in Landsat NASA: Begini Cara Buat Nama dari Satelit yang Viral
Your Name in Landsat NASA viral! Simak cara membuat nama dari citra satelit Landsat lengkap dengan langkah mudah dan penjelasannya.
ImanK - Jumat, 24 April 2026
Your Name in Landsat NASA: Begini Cara Buat Nama dari Satelit yang Viral
Indonesia
Presiden Prabowo akan ‘Pilih’ WNI untuk Pergi ke Luar Angkasa Bersama Rusia
Rencana itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam diskusi di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4).
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
Presiden Prabowo akan ‘Pilih’ WNI untuk Pergi ke Luar Angkasa Bersama Rusia
Indonesia
Rusia Bangun Kilang Minyak Besar di Indonesia, Bantu Ketahanan Energi Tanah Air
Keputusan itu berdasarkan pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu di Moskow, Rusia.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Rusia Bangun Kilang Minyak Besar di Indonesia, Bantu Ketahanan Energi Tanah Air
Bagikan