Terjawab! Ini Penjelasan Ahli Soal Gedung Kejagung yang Terbakar dari Atas ke Bawah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2020
Terjawab! Ini Penjelasan Ahli Soal Gedung Kejagung yang Terbakar dari Atas ke Bawah

Tangkapan layar, kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung, Sabtu (22/8). Foto: Twitter

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ahli Kebakaran dari Universitas Indonesia (UI) Prof. Yulianto menjelaskan mengapa alur api yang membakar gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) dari atas hingga ke bawah.

Diketahui, titik api pertama kali dalam kasus kasus ini terdapat di Aula Biro Kepegawaian Kejagung RI yang berada di lantai 6. Namun, api terus menjalar hingga lantai terbawah gedung tersebut.

“Di dalam kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung ada material yang namanya Aluminium Komposit Panel, dibagian instalasinya terdapat bahan yang mudah terbakar ketika dia terbakar terjadi tetesan ke bawah tetesan inilah yang menyebabkan di sekitar lantai di bawah juga mengalami temperatur yang sangat tinggi,” kata Yulianto di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (23/10).

Baca Juga

Delapan Orang Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung, Mayoritas Tukang dan Mandor

Dia berucap api yang telah menyala akibat tersulut dari bara api rokok pekerja bangunan dan cairan pembersih lantai atau minyak lobi yang mengandung unsur yang mudah terbakar salah satunya adalah solar itu terus membesar karena adanya oksigen.

“Karena temperaturnya tinggi Maka seperti disampaikan dan kami melakukan pengujian langsung bahwa temperatur kaca pecah itu sekitar 120 derajat celcius, ketika kaca pecah maka api akan menjilat keluar, karena api membutuhkan oksigen untuk terus tumbuh,” jelasnya.

Gedung Utama Kejaksaan Agung Terbakar.

Senada dengan Yulianto, Kapuslabfor Polri Brigjen Ahmad Haydar menerangkan mengapa api menyambar dari atas kebawah bukan sebaliknya. Menurutnya, pola api di lokasi sangat cepat menyambar.

“Prinsip api dari bawah ke atas, kok ini dari atas ke bawah? Akseleran yang dipakai kebetulan di Kejagung menggunakan acp-acp, dan acp-acp ini merupakan akseleran api dari atas kemudian turun ke lantai 5-4 itu pola-pola api tampak sekali penjalaran-penjalaran itu, kemudian masuk ke setiap lorong, pola api tampak sekali dan yang mengawali lantai 6.” terangnya.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di salah satu gedung di Kejaksaan Agung Jakarta pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Gedung yang terbakar merupakan gedung Bagian Kepegawaian Kejaksaan Agung dan terbakar selama 11 jam lamanya.

Dalam kasus ini polisi sudah menetapkan delapan orang sebagai tersangka yakni Lima tersangka diantaranya merupakan tukang yakni berinisial T, H, S, K dan IS. Sedangkan satu tersangka merupakan mandor tukang berinisial UAN.

Baca Juga

Ini Penyebab Awal dan Kenapa Kebakaran Kejagung Cepat Menyebar

Selain itu, dua tersangka lainnya yakni Direktur Utama PT ARM yang meruapkan vendor cairan pembersih lantai untuk Kejagung RI berinisial R dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejaksaan Agung berinisial NH.

Penyebabnya, kebakaran tersebut akibat dari bara rokok para pekerja bangunan di lantai 6 Kejagung RI. Disamping itu, terdapat cairan pembersih lantai atau minyak lobi yang terdapat unsur solar hingga mengakibatkan api tersulut dan membakar bangunan. (Knu)

#Kejagung #Kebakaran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
20 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
Penyidik Bareskrim Polri juga merekomendasikan pencabutan izin usaha terhadap 23 korporasi yang diduga terkait karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
20 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
Berita Foto
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Warga mencari barang berharga yang masih tersisa pascakebakaran di permukiman padat penduduk kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 28 Oktober 2026
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Indonesia
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi ini mempengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
BNPB akan memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di pemerintah pusat maupun daerah sebelum menentukan kebutuhan bantuan tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Indonesia
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
Dudung turut merespons pertanyaan mengenai dampak karhutla yang saat ini turut dialami negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Bagikan