MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pimpinan lembaga untuk mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (12/10) sore.
Rapat tersebut, salah satu agendanya mengevaluasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman, salah satu menteri yang dipanggil oleh Presiden, menjelaskan dirinya akan melaporkan hal-hal telah dilakukan, terutama di daerah-daerah yang menjadi prioritas.
Membahas tentang karhutla, karena Beliau (Presiden, red.) sangat serius sekali tentang penanganan karhutla ini. (Rapat diikuti, red.) yang terkait Panglima TNI, Kapolri, kemudian Kementerian Kehutanan, BNPB dan sebagainya (via, red.) Zoom, tidak langsung,
kata Menko Polkam Dudung Abdurachman menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui sebelum rapat di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (12/10).
Baca juga:
F1 GP Singapura Tetap Jalan Sesuai Jadwal di Tengah Ancaman Kabut Asap Karhutla Indonesia
Dudung turut merespons pertanyaan mengenai dampak karhutla yang saat ini turut dialami negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Dampaknya ke negara-negara tetangga, makanya Beliau (Presiden, red.) sangat concern sekali, karena memang banyak lahan-lahan gambut ya yang sulit untuk dipadamkan, tetapi beberapa usaha -usaha kita lakukan,
ujar Menko Dudung.
Rapat terbatas membahas karhutla Kalimantan dan Sumatra hari ini berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB. Rapat tersebut diikuti secara langsung di Istana oleh Menko Polkam Dudung Abdurachman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kemudian, melalui sambungan video-conference ada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Ada pula Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, dan sejumlah panglima daerah militer (pangdam), kapolda, gubernur di wilayah-wilayah terjadinya karhutla. (*)