Kuliner

Terites, Olahan Rumput pada Lambung Sapi Khas Karo

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 12 Desember 2024
Terites, Olahan Rumput pada Lambung Sapi Khas Karo

Terites, sajian kha Karo berbahan rumput dari lambung sapi.(foto: repostorykemendikbud)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BAGI orang Karo, bagian sapi yang nikmat diolah tak hanya dagingnya. Rumput yang ada di rumen (lambung) sapi juga bisa diolah jadi sajian enak. Kuliner tak biasa itu bernama terites.

Terites juga dikenal dengan nama lain pagit-pagit atau pahit-pahit. Nama itu merupakan gambaran rasa dari masakan ini.

Pembuatan terites kerap ditemui dalan upacara adat Karo saat syukuran masuk rumah, kerja tahunan, erdemu bayu atau pernikahan, merdang merdem yakni pesta tahunan ketika semua keluarga yang berada jauh berkumpul untuk syukuran atas panen. Oleh karena itulah, kuliner ini mengandung nilai-nilai filosofis seperti rasa kebersamaan dan gotong-royong yang memupuk rasa persaudaraan yang lebih erat.

Cara mendapatkan bahan terites ialah mengambil terites saat sapi sudah disembelih. Terites diambil dari bagian lambung sapi.

Baca juga:

Tarian Gundala-Gundala Ritual Pemanggil Hujan dari Tanah Karo



Untuk bisa mengolah terites, diperlukan bahan seperti tulang sapi, daging giling, santan, daun jeruk purut, serai, cabai rawit hijau, bawang putih, bawang merah, kayu batang sikam, asam patikala, kunyit, jahe, lengkuas, daun singkong, jeruk nipis, kemiri, gula pasir, dan garam.


Cara membuatnya melibatkan banyak orang. Dari proses membersihkan terites hingga memasaknya. Mulanya bersihkan Terites dengan air mengalir. Haluskan bumbu bawang merah, bawang putih, cabai rawit hijau, kunyit, jahe, dan, dan kemiri.

Cara mengolah terites:

1. Terites diletakkan dalam baskom, ditambahkan 0,5 liter air, basuh dengan air mengalir dan diperas hingga airnya keluar. Sisihkan ampas terites.
2. Air perasan terites disaring dengan saringan santan. Dituangkan ke dalam panci, lalu dimasak dengan api yang tidak terlalu besar.
3. Daging giling dan tulang sapi dimasukkan ke panci berisi sari terites, kemudian diaduk dan dimasak sampai daging lunak.
4. Tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan beserta daun jeruk, serai yang sudah
dimemarkan, kulit batang sikam, lengkuas yang sudah dimemarkan dan asam patikala yang
sudah dimemarkan. Bubuhi garam dan gula, lalu diaduk hingga merata.
5. Setelah bumbu matang dan tidak berbau langu, daun singkong dimasukkan bersama santan.
6. Aduk terus sambil dengan gerakan menimba-nimba, agar santan tidak pecah.
7 Masak hingga daun singkong empuk. Diangkat. Siap disajikan.(tka)

Baca juga:

Makna Ikan Mas Arsik dalam Upacara Adat Batak



Sumber Foto: website/repostorykemendikbud

#Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Kuliner
Dua Logo Ayam Goreng Suharti: Mana yang OG nih?
Di balik kerenyahan kremesan dan gurihnya bumbu, tersimpan kisah perjuangan hidup serta dinamika pahit perpecahan bisnis Ayam Goreng Suharti.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Dua Logo Ayam Goreng Suharti: Mana yang OG nih?
Kuliner
3 Ide Dessert Labu Kuning Lezat dan Mudah Dibuat
Buah bernama lokal waluh ini juga menyimpan potensi besar untuk diolah menjadi kudapan manis yang memanjakan lidah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Ide Dessert Labu Kuning Lezat dan Mudah Dibuat
Lifestyle
Hj Suharti, Pelopor Ayam Goreng Legendaris, Tutup Usia
Almarhumah sempat mengalami sesak napas selama empat hari sebelum dibawa ke rumah sakit.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Hj Suharti, Pelopor Ayam Goreng Legendaris, Tutup Usia
Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Bagikan