Terima Tumpeng Pertama HUT ke-51 PDIP, Wapres Ma'ruf Ikut Foto Pose 3 Jari

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 10 Januari 2024
Terima Tumpeng Pertama HUT ke-51 PDIP, Wapres Ma'ruf Ikut Foto Pose 3 Jari

Wapres Ma'ruf Amin ikut serta dalam perayaan HUT ke-51 PDIP. (MP/Dok PDIP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melakukan prosesi potong tumpeng dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (10/1).

Berdasarkan pantauan, Megawati tampak didampingi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Ketum PPP Mardiono, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan perwakilan Partai Hanura Benny Rhamdani.

Baca Juga:

Megawati Tegaskan PDIP Besar Bukan karena Presiden

Hadir pula di atas panggung Ketua DPP PDIP yang juga putra Megawati, M. Prananda Prabowo, Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua TPN Ganjar-Mahfud Arsjad Rasjid, serta Pramono Anung.

Presiden Kelima RI ini kemudian memotong tumpeng dengan penuh khidmat dan sederhana. Puan Maharani yang berada di sisi kanan pun membantu Megawati dalam prosesi potong tumpeng. Terlihat, Megawati selanjutnya memilih menu-menu yang tersedia di tempung untuk ditaruh di atas piring.

Adapun, orang nomor satu di partai banteng itu menyerahkan potongan tumpeng pertamanya kepada Wapres KH Ma'ruf Amin, yang langsung disambut tepuk tangan seluruh tamu dan kader PDIP yang hadir di lokasi. Tumpeng selanjutnya diberikan kepada Mardiono, Hary Tanoe, Benny Rhamdani, Ganjar Pranowo, hingga Arsjad Rasjid.

Lalu, Megawati pun bersama seluruh tamu undangan itu melakukan sesi foto bersama. Tak lupa, simbol angka 3, nomor urut Ganjar-Mahfud dan PDIP juga ditunjukan saat sesi foto berlangsung. Yang menarik dalam sesi foto itu, Wapres Ma’ruf turut menunjukkan simbol 3 jari saat foto bersama.

Dalam sambutannya, Wapres mengakui PDIP telah banyak berbakti bagi negara dan rakyat. Menurut Ma'ruf, hari ini merupakan momen yang penting untuk melakukan refleksi dengan melihat kemajuan saat ini serta upaya upaya peningkatan pengabdian di masa yang akan datang.

"Kita telah menyaksikan bahwa PDI Perjuangan, sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia, telah berhasil menghadapi berbagai dinamika dan tantangan. Keberhasilan ini diyakini telah memberikan dampak positif dalam memperkukuh politik nasional Indonesia," kata Wapres. (Pon)

Baca Juga:

Tak Ada Video atau Kiriman Bunga Jokowi di HUT ke-51, PDIP Tidak Masalah

#PDIP
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Kulturanesia menggelar pemutaran film Ghost in the Cell dalam rangka merayakan bulan Bung Karno.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Indonesia
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis," kata Hasto
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh membedakan pemenang tender berdasarkan latar belakang politik.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Indonesia
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
TB Hasanuddin menilai Perpres 8/2026 berpotensi multitafsir dan bisa menimbulkan labelisasi ekstremisme terhadap masyarakat.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
Indonesia
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Ambang batas parlemen ideal 38 kursi dengan PT nasional 5,5–6 persen
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Indonesia
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
PDIP merespons usulan ambang batas parpol 13 kursi di DPR. PDIP mengatakan, bahwa harus ada kajian mendalam.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Bagikan