Headline

Tendangan Kungfunya Viral, Ini Klarifikasi Wali Kota Mataram

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 27 Januari 2018
Tendangan Kungfunya Viral, Ini Klarifikasi Wali Kota Mataram

Aksi tendangan kungfu Wali Kota Mataram Ahyar Abduh (Foto: screenshot youtube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Nama Ahyar Abdul belakangan ramai diperbincangkan khalayak ramai. Video dan foto tendangan kungfunya ke sejumlah petugas satuan polisi pamong praja (Sat Pol PP) menuai beragam komentar.

Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) disoroti karena aksi tendangan kungfu dianggap kurang etis dilakukan seorang pejabat publik. Namun, Ahyar Abduh punya alasan tersendiri mengapa ia perlu menguji ketahanan para anggota Sat Pol PP.

Tak ingin menjadi polemik dalam masyarakat, Ahyar Abduh mengklarifikasi aksi tendangan kungfunya yang kini viral di media sosial dan mendapat perhatian dari media massa baik dari dalam maupun luar negeri.

Wali Kota Mataram dua periode itu menegaskan bahwa apa yang dilakukannya merupakan aksi spontanitas atas permintaan Kasat Pol PP Kota Mataram yang baru dilantiknya Bayu Pancapati.

"Di depan saya sudah berbaris petugas Sat Pol PP yang menggunakan kaos. Itu dilakukan setelah penyerahan tongkat dan tanda jabatan kepada Kasat Pol PP yang baru. Saya diminta oleh Kasat Pol PP untuk melakukan uji kesigapan atau tes fisik. Karena diminta spontanitas tanpa pemberitahuan, maka dengan sendirinya saya melakukan itu," kata Ahyar Abduh di Pendopo Kota Mataram, Jumat (26/1) kemarin.

Namun, kata Ahyar setelah ia melakukan itu dan muncul di media sosial ternyata ada persepsi yang keliru atas foto-foto itu, seolah-seolah tendangan yang dilakukannya mengenai muka, dada dan tubuh anggota Sat Pol PP.

Padahal, apa yang terlihat tidak seperti yang tergambarkan di foto-foto yang beredar di media sosial.

"Entah dari mana datangnya, justru yang terlihat di foto yang beredar saya seolah-olah telah menendang anggota Sat Pol PP," katanya.

Ahyar Abduh sebagaimana dilansir Antara, mengaku terkejut apa yang dilakukannya menimbulkan multitafsir di mata masyarakat setelah viral di media sosial. Bahkan, tindakannya itu dianggap sebuah kesewenangan terhadap bawahan. Padahal, aslinya tidak demikian.

"Lillahitaala, tidak ada seperti itu saya dengan bawahan. Apalagi seolah menanamkan kekerasan. Jadi saat itu hanya spontanitas dan itu sangat terukur. Tapi di medsos lain seolah-olah saya ini emosi. Aslinya tidak ada seperti itu," tegasnya.

Meski begitu, ia mengaku sejak kecil merupakan pesilat. Namun, tidak banyak orang tahu bahwa dirinya adalah pesilat.

"Saya pesilat dan juara silat sejak SD. Ketika itu anak-anak seusia saya menjadikan silat sebagai olah raga. Itu seperti gaya Jet Lee keluar," ucap Ahyar Abduh sembari tersenyum.

Akibat viralnya tendangan itu, Ahyar Abduh mengatakan para sahabat dari Palembang dan Padang, bahkan dari Mesir dan Arab Saudi meneleponnya. Namun, ia menjelaskan bahwa itu semata-mata hanya akting mengetes kesigapan anggota.

Pada Sabtu (27/1) kepada media, Ahyar Abduh menyatakan pihaknya tidak akan melaporkan orang yang pertama menggunggah aksi tendangan kungfunya ke media sosial.(*)

#Satpol PP #Nusa Tenggara Barat (NTB) #Lombok
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Satpol PP DKI Terluka dan Alami 6 Jahitan, Polisi Cari Pelaku
Diduga ada dua orang pelaku pemukulan yakni yang memukul menggunakan helm dan melakukan pemukulan kepada petugas di lampu merah CSW.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Satpol PP DKI Terluka dan Alami 6 Jahitan, Polisi Cari Pelaku
Indonesia
14 Ribu Kursi Penerbangan Disiapkan Garuda Tampung Penonto MotoGP Mandalika Lombok
Garuda Indonesia juga meningkatkan kapasitas pada empat penerbangan melalui pengoperasian Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
14 Ribu Kursi Penerbangan Disiapkan Garuda Tampung Penonto MotoGP Mandalika Lombok
Indonesia
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
El Nino ekstrem hingga Desember 2026 mengancam kepunahan satwa endemik NTB akibat kekeringan parah
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Desa Sade
Pemulihan ini berfokus pada penyusunan masterplan rekonstruksi yang menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Desa Sade
Indonesia
Desa Adat Sade Lombok Dipulihkan Pascakebakaran, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
Desa Adat Sade Lombok dipulihkan pascakebakaran dengan tetap mempertahankan nilai budaya dan arsitektur tradisional Sasak. 189 KK terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
Desa Adat Sade Lombok Dipulihkan Pascakebakaran, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
Indonesia
TNI/ Polri Ikut Bantu Operasi SAR Pencarian Kapal Putri Yasmin di Selat Lombok
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI-AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yacht, dan SGi Air Bali.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
TNI/ Polri Ikut Bantu Operasi SAR Pencarian Kapal Putri Yasmin di Selat Lombok
ShowBiz
Makna Lagu 'Tutur Cerite', Tembang Sasak tentang Kebersamaan dan Introspeksi
Lagu daerah 'Tutur Cerite' menggunakan bahasa Sasak dan menggambarkan nilai kebersamaan, nasihat, introspeksi diri, serta sikap saling menghormati.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Makna Lagu 'Tutur Cerite', Tembang Sasak tentang Kebersamaan dan Introspeksi
Indonesia
KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta dalam OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Diamankan
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dan dokumen dalam OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Sebanyak 19 orang diamankan, tujuh di antaranya dibawa ke Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 Juli 2026
KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta dalam OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Diamankan
Indonesia
Pramono bakal Tindak Tegas Oknum Satpol PP DKI yang Pungli
Aksi tersebut sungguh merusak institusi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Pramono bakal Tindak Tegas Oknum Satpol PP DKI yang Pungli
Indonesia
Waka Komisi X DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok
Kepolisian perlu menelusuri seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan adanya pihak-pihak yang berusaha menghambat proses penegakan hukum.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Waka Komisi X DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok
Bagikan