Temui Jokowi, SBY Minta Kepastian Terkait Jatah Menteri?

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 12 Oktober 2019
 Temui Jokowi, SBY Minta Kepastian Terkait Jatah Menteri?

Presiden Jokowi dan SBY di Istana (Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengamat politik Wempy Hadir menilai, kunjungan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Joko Widodo untuk membahas langkah politik partai Demokrat.

Apalagi SBY merupakan Ketua Umum Demokrat. Dalam hitungan hari lagi kabinet Jokowi-Maruf Amin akan dibentuk.

Baca Juga:

Prabowo Datangi Istana, Pengamat: Ini Gambaran Konstelasi Politik Jelang Pengumuman Kabinet

"Dengan demikian pertemuan ini lebih mengarah kepada pembahasan kerjasama politik," kata Wempy kepada merahputih.com di Jakarta, Jumat (11/10).

Pengamat Politik Wempy Hadir sebut SBY minta jatah menteri
Pengamat Politik Wempy Hadir (MP/Kanu)

Wempy menyebut, belum jelas apakah kerjasama tersebut diwujudkan dengan pemberian jatah menteri kabinet bagi Demokrat atau tidak.

"Tentu partai Demokrat sangat punya kepentingan untuk bisa bergabung dalam kekuasaan saat ini agar kader terbaik mereka bisa masuk dalam kekuasaan dan menjadi bagian dari kekuasaan saat ini," jelas Direktur Indo Polling Network ini.

Wempy mengaku agak sulit menebak soal posisi apa yang akan diperoleh Demokrasi ketika masuk dalam koalisi Sebab hingga saat ini komposisi mentri belum dibuka ke publik.

"Mungkin Jokowi sengaja meeashasiakan agar ada efek kejut saat pengumuman menteri nanti," cetusnya.

Ia juga melihat, kunjungan SBY belum bisa dikatakan mendukung Jokowi sebab semua masih saling menunggu kepastian dari tim koalisi.

"Semua peta akan terbuka setelah tanggal 20 Oktober 2019 nanti," tutup Wempy.

Baca Juga:

Presiden Jokowi Terima Prabowo di Istana Merdeka, Ini Isi Pembicaraan Keduanya

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana. Pertemuan Jokowi dengan SBY berlangsung pada Kamis (10/10) kemarin.

Teranyar, Jokowi hari ini juga bertemu dengan Prabowo. Pertemuan keduanya disebut membahas sejumlah isu, termasuk peluang Gerindra bergabung dalam dalam pemerintahan. Prabowo pun menyebut pihaknya akan loyal sebagai penyeimbang jika tak masuk kabinet.(*)

Baca Juga:

Gerindra Minta Jatah Menteri, Arief Poyuono: Ngapain Malu-Malu Demi Bangun Negara?

#Pengamat Politik #Susilo Bambang Yudhoyono #Partai Demokrat #Presiden Jokowi
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menilai pernyataan itu patut dibaca sebagai peringatan dini dan bukan sekedar ramalan.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Indonesia
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Ia menilai sangat mungkin konflik yang terjadi di dunia akan berujung pada Perang Dunia III.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Indonesia
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menyebutkan, bahwa kepimpinan Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, dianggap ilegal.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Indonesia
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat bercanda soal mengawasi gerak-gerik PKB. Menurut pengamat, hal itu bukanlah guyonan semata.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Indonesia
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh otoritas AS. Pengamat politik, Jerry Massie mengatakan, bahwa ini menjadi bukti dominasi politik dan militer AS.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Indonesia
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Negara dan demokrasi harus diatur oleh rule of law, bukan rule of noise atau kebisingan rumor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Energi politik semestinya dicurahkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Indonesia
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Partai Demokrat mendesak pemerintah untuk membuka akses bantuan asing. Hal itu dilakukan demi mempercepat penanganan darurat bencana Sumatra.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Indonesia
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Publik figur kini diminta untuk tidak menyebarkan narasi menyesatkan soal bencana Sumatra. Pengamat menilai, hal itu hanya memperpanjang penderitaan.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Bagikan