Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Teknologi AI Berhasil Terjemahkan Gulungan Teks Kuno yang Terkubur di Pompeii

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 03 September 2024
Teknologi AI Berhasil Terjemahkan Gulungan Teks Kuno yang Terkubur di Pompeii

Gulungan teks kuno di Pompeii berhasil dibaca oleh AI. Foto: National Geographic

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Puluhan gulungan teks kuno akan diuraikan menggunakan AI. Gulungan kuno tersebut selamat dari letusan Gunung Vesuvius pada 79 M silam.

Gunung berapi tersebut mengubur beberapa kota di Teluk Napoli di bawah tumpukan abu dan batuan cair saat meletus hampir 2.000 tahun yang lalu.

Di antara kota-kota yang hilang adalah Herculaneum, yang berada di pesisir Pompeii. Sebuah vila subur yang digali pada abad ke-18 itu berisi mosaik, patung, hingga karya seni lainnya yang telah dilestarikan dengan sempurna.

Lalu, ada sekitar 1.000 gulungan papirus yang ditemukan. Meski masih utuh, tetapi gulungan-gulungan itu telah dikarbonisasi hingga menghitam dan menjadi fosil.

Baca juga:

Masih Terjebak di Luar Angkasa, Astronaut NASA Laporkan Suara Aneh di Starliner

Vesuvius Challenge merupakan sebuah kompetisi yang bertujuan menggunakan kecerdasan buatan untuk membuka ratusan gulungan yang tertutup rapat. Gulungan itu diperkirakan milik Lucius Calpurnius Piso Caesoninus, atau dikenal sebagai ayah mertua Julius Caesar.

Ia merupakan pelindung filsuf Epicurean Philodemus dari Gadara, yang tulisan-tulisan kuno tentang etika dan fisikanya ditemukan dari reruntuhan.

Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengungkap papirus secara fisik, tetapi tidak berhasil. Pada 2007, ilmuwan komputer dari Universitas Kentucky, Brent Seales, mengusulkan solusi dengan menggunakan program komputer untuk memecahkan misteri gulungan tersebut.

Seales menyadari, bahwa tinta karbon tidak dapat dibedakan dari kertas yang menghitam tanpa bantuan teknologi canggih. Eksperimen awal menegaskan, bahwa AI dapat membantu proyek ini.

Baca juga:

Misteri Kode Pada Tablet Babilonia Terpecahkan, Apa Isinya?

Gulungan teks kuno yang berhasil diterjemahkan oleh AI
Gulungan teks kuno yang berhasil diterjemahkan oleh AI. Foto: EduceLab/University of Kentucky

Namun, proyek tersebut baru terealisasikan ketika pengusaha Silicon Valley, Nat Friedman, menyarankan untuk menciptakan tantangan AI.

Hadiah jutaan dolar pun ditawarkan kepada tim yang berhasil membuka gulungan tersebut. Bahkan, ada lebih dari 1.000 orang yang telah mencoba tantangan ini sejak Maret 2023.

Huruf dan baris pertama teks Yunani diidentifikasi pada Oktober 2023, kemudian pemenang pertama hadiah uang diumumkan pada Februari 2024 lalu.

Model AI mereka mengungkapkan bagian dari 15 kolom dari bagian paling dalam salah satu gulungan. Untuk pertama kalinya, sebuah teks tentang etika terungkap.

Baca juga:

Ilmuwan Sebut Bulan Pernah Ditutupi Lautan Magma

Prestasi ajaib ini dicapai dengan memindai gulungan tersebut dalam akselerator partikel, atau mesin yang "menggairahkan" partikel, seperti proton dan elektron untuk menghasilkan sinar bertenaga tinggi.

Lalu, struktur gulungan itu dianalisis dan diratakan. Selanjutnya, tim menggunakan AI pendeteksi tinta pada papirus, berdasarkan pola yang diidentifikasi melalui inspeksi visual.

Perkembangan ini mendorong pendanaan tahap kedua dari tantangan ini, dengan kelompok-kelompok seperti Musk Foundation yang menandatangani untuk mendanai hadiah tersebut.

Berkat kemajuan teknologi, lusinan tulisan lainnya kemungkinan besar akan dapat diuraikan di tahun-tahun mendatang. Para peneliti juga ingin melihat karya-karya lainnya dalam berbagai topik, mulai dari matematika hingga musik.

Selain itu, masih banyak lainnya hal yang bisa ditemukan. Banyak peneliti yang meyakini, bahwa perpustakaan Yunani dan Latin lainnya belum digali dari reruntuhan. (sof)

#Sains #Penelitian #Pompeii
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Berdiri Tegak atau Membungkuk? Penelitian Sebut Bisa Mencerminkan Kepribadian
Penelitian Universitas McGill mengungkap postur tubuh saat berdiri dapat menjadi indikator kepribadian. Simak hubungan bahasa tubuh dengan karakter seseorang.
ImanK - Minggu, 26 Juli 2026
Berdiri Tegak atau Membungkuk? Penelitian Sebut Bisa Mencerminkan Kepribadian
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Indonesia
Tim Peneliti Indonesia Berhasil Petakan Migrasi Hiu Paus, Jalurnya Lewat 13 Negara
Riset satelit 2015–2025 memetakan migrasi hiu paus melintasi 13 negara. Indonesia berperan sebagai hub konservasi Indo-Pasifik.
Wisnu Cipto - Minggu, 03 Mei 2026
Tim Peneliti Indonesia Berhasil Petakan Migrasi Hiu Paus, Jalurnya Lewat 13 Negara
ShowBiz
Bruce Willis Akan Donorkan Otaknya untuk Penelitian Demensia Frontotemporal
Bruce Willis akan mendonorkan otaknya demi penelitian penyakit langka Demensia Frontotemporal.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 April 2026
Bruce Willis Akan Donorkan Otaknya untuk Penelitian Demensia Frontotemporal
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Bagikan