Tekanan Inflasi Bikin Suku Bunga Bank Indonesia Bakal Turun
Uang dolar AS dan uang rupiah, Jakarta, Selasa (31/1/2023). ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom/aa. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)
MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Februari 2024, terdapat peningkatan yang signifikan pada tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK), yang naik dari 0,04 persen secara month on month (mom) menjadi 0,37 persen mom.
Secara tahunan, tingkat inflasi juga meningkat, mencapai 2,75 persen secara year on year (yoy) dibandingkan dengan 2,57 persen (yoy) di Januari 2024. Kenaikan inflasi itu terutama didorong oleh pergerakan harga bahan makanan, terutama beras.
Baca juga:
Program Serambi Jalan 2 Pekan Lagi, Bank Indonesia Siapkan Duit Rp 197,6 T
Surplus perdagangan pada Februari 2024 mengalami penurunan yang signifikan menjadi 0,87 miliar dolar AS dari 2 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
Penurunan ekspor disebabkan oleh penurunan permintaan dari Tiongkok selama liburan panjang Tahun Baru Imlek, sementara impor meningkat karena meningkatnya pembelian minyak dan barang-barang konsumsi, terutama beras, untuk mengantisipasi permintaan yang lebih tinggi menjelang Ramadhan tahun ini.
Kenaikan inflasi harga bergejolak dan penurunan surplus perdagangan membatasi dikliam potensi penurunan BI-Rate lebih awal.
Ekonom Josua Pardede menilai, ruang penurunan suku bunga BI-Rate tetap terbuka pada semester II 2024 dengan memperhatikan tekanan inflasi domestik dan prospek penurunan suku bunga global.
"Mempertimbangkan perkembangan terkini dari sisi global dan domestik, kami menilai ruang penurunan suku bunga BI-Rate pada semester kedua tahun 2024 tetap terbuka," katanya.
Ia menuturkan, pendekatan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang berhati-hati terhadap penurunan suku bunga di tahun 2024, serta tekanan inflasi domestik yang masih ada di paruh pertama tahun ini akibat El Nino, mendukung potensi BI yang masih mempertahankan suku bunga BI-Rate pada semester I 2024.
"Proyeksi bahwa BI-Rate akan turun 50 basis poin menjadi 5,50 persen pada akhir tahun 2024," ujarnya dikutip Antara. (*)
Baca juga:
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Sudah Tidak Pegang KTA Partai
Thomas Djiwandono Dikabarkan Keluar dari Gerindra, Demi Posisi Deputi Gubernur BI
Sinyal Tukaran Posisi Deputi Gubernur BI Juda Agung dengan Wamenkeu Thomas Djiwandono
Deputi Gubernur BI Juda Agung Mundur, Keponakan Prabowo Mencuat Jadi Pengganti
Keponakan Prabowo Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia
Kabar Gembira! UMKM Ajukan Kredit Tidak Perlu Agunan
Ternyata Penempatan Duit Rp 200 Triliun ke Himbara Tidak Signifikan Turunkan Bunga Kredit
Cadangan Devisa Indonesia Cukup Buat 6 Bulan Ekspor
Kabar Gembira! Pemerintah Tidak Bakal Batasi Pengajuan KUR dan Bunga Tetap 6 Persen
Kredit Koperasi Merah Putih Terbentur Aturan, Menkeu: Gampang Cuma Coret 1-2 Baris